Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto turun tangan langsung mengawal penanganan insiden tragis bocah tewas diserang anjing pemburu di Jasinga, Kabupaten Bogor. Pada Senin, 8 Juni 2026, Kapolres mendatangi Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri untuk memastikan pengujian sampel barang bukti berjalan cepat melalui metode scientific crime investigation.
Pengawalan Langsung ke Puslabfor
AKBP Wikha menyatakan bahwa pengawalan ini dilakukan untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan akuntabel. "Hari ini kami mengawal langsung pengujian sampel di Puslabfor Bareskrim Polri. Penanganan kasus Jasinga ini dilakukan secara menyeluruh dan berskala besar," ujarnya.
Langkah kepolisian di fasilitas kedokteran forensik ini berjalan beriringan dengan pemeriksaan berskala besar di lapangan. Hingga saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa dan mengamankan sebanyak 57 orang saksi maupun pihak terkait. Selain itu, polisi juga menyita barang bukti berupa 21 unit kendaraan roda empat.
Antisipasi Zoonosis dan Pemeriksaan Hewan
Polres Bogor juga bergerak cepat mengantisipasi ancaman penyakit menular atau zoonosis. Berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bogor, kepolisian melakukan pelacakan, sterilisasi, dan pengujian rabies terhadap ratusan hewan yang terkait dengan kasus ini.
"Terkait penanganan hewan, kami berkoordinasi ketat dengan Dinas Peternakan dan Perikanan untuk memeriksa total 125 ekor hewan. Sebanyak 109 ekor berhasil diamankan untuk tes rabies, 4 ekor mati, dan 12 ekor masih dalam pencarian," jelas Kapolres.
Observasi dan Isolasi Hewan
Pihak kepolisian bersama tim medis dari Disnakan Kabupaten Bogor saat ini fokus melakukan observasi ketat dan isolasi terhadap 109 ekor hewan yang diamankan. Langkah ini penting untuk memastikan ada atau tidaknya indikasi virus rabies, yang hasilnya sangat krusial bagi penanganan medis lanjutan korban anak tersebut.
Imbauan Kapolres untuk Masyarakat
Kapolres Bogor mengimbau masyarakat, khususnya warga Jasinga, untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi liar di media sosial. Ia menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan secara terukur, baik dari segi hukum maupun medis.
"Seluruh barang bukti kendaraan, pemeriksaan 57 orang, hingga uji laboratoris terhadap ratusan hewan ini menjadi pijakan kuat bagi penyidik untuk mengusut tuntas perkara secara profesional dan transparan. Kami minta masyarakat mempercayakan sepenuhnya proses ini kepada petugas dan bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah," pungkas Kapolres Bogor.



