Kapolres Aceh Tengah Diunggulkan untuk Hoegeng Awards 2026 Atas Dedikasi Saat Bencana
Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufiq disebut sebagai sosok polisi yang kepemimpinannya menjadi teladan. Bupati Aceh Tengah Haili Yoga mengusulkannya sebagai kandidat Hoegeng Awards 2026, mengapresiasi sikap melayani dan komunikatif yang ditunjukkan selama memimpin Polres Aceh Tengah.
Penilaian Positif dari Bupati
Haili Yoga menyatakan bahwa AKBP Taufiq memiliki kepribadian yang total dalam melayani masyarakat. "Saya melihat sikap beliau, terutama untuk kepribadiannya melayani masyarakat. Dia merasa bahwa tugas itu adalah sebuah pelayanan yang dilakukan secara pribadi," kata Haili. Dia menambahkan bahwa AKBP Taufiq adalah pemimpin yang patriotik dan merasa bertanggung jawab penuh terhadap masyarakat.
Program Unggulan dan Respons Cepat
Bupati menyinggung program Rabu Berkah dan Jumat Berkah yang dijalankan AKBP Taufiq sebagai bukti totalitas dalam mendekatkan diri ke masyarakat. Program Jumat Berkah melibatkan bagi-bagi sembako sambil mendengarkan keluhan warga, sedangkan Rabu Berkah adalah safari subuh untuk menyampaikan pesan keamanan.
Lebih lanjut, Haili memuji peran AKBP Taufiq dalam penanganan bencana di Aceh Tengah. "Wah, ini luar biasa. Bahkan waktu bencana daerah yang belum bisa dilalui, beliau bersama anggotanya mengantar bantuan ke beberapa titik yang tidak bisa dilewati," ujarnya. AKBP Taufiq dan tim nekat menembus daerah terisolasi dengan motor trail untuk mengantarkan bantuan, menunjukkan respons cepat dan kepedulian tinggi.
Pendekatan Komunikatif dan Adaptif
Haili menyebut AKBP Taufiq sebagai polisi yang komunikatif, memudahkan koordinasi dengan seluruh organisasi perangkat daerah. "Kami dari seluruh OPD ini koordinasinya cukup gampang dan selalu disambut," katanya. AKBP Taufiq juga adaptif dalam menjaga keamanan, mengedepankan pencegahan dan penyelesaian masalah melalui mediasi adat untuk kasus ringan.
Respon dari AKBP Taufiq
Dihubungi terpisah, AKBP Muhammad Taufiq merespons usulan tersebut dengan rendah hati. "Yang penting saya kerja-kerja aja, berkawan sama masyarakat semua," katanya. Dia menjelaskan bahwa program Jumat Berkah dan Rabu Berkah bertujuan untuk pemeliharaan keamanan dengan pendekatan preventif dan humanis.
Mengenai penanganan bencana, AKBP Taufiq mengaku aksinya didorong oleh panggilan tugas. "Sebenarnya itu lebih ke panggilan aja, setidaknya dari kita kepolisian ada lah kita berbuat," imbuhnya. Dia dan tim menghadapi tantangan akses yang ekstrem, dengan perjalanan mencapai 14 jam ke desa-desa terdampak banjir dan longsor.
Penegakan Hukum yang Fleksibel
AKBP Taufiq menekankan pendekatan adaptif dalam penegakan hukum di Aceh Tengah, dengan menghormati adat istiadat setempat. Kasus ringan seperti perselisihan atau pencurian ringan diselesaikan melalui mediasi dengan melibatkan tokoh adat dan agama, sementara kasus berat tetap diproses secara hukum.
Dengan dedikasi ini, AKBP Muhammad Taufiq menjadi contoh nyata pelayanan kepolisian yang dekat dengan masyarakat, mendukung usulannya untuk Hoegeng Awards 2026.



