Polri Pastikan Kesiapan Jalur Mudik di Daerah Pascabencana Sumatera untuk Lebaran 2026
Dalam persiapan menyambut momentum Lebaran 2026, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memberikan kabar baik terkait kondisi infrastruktur transportasi di wilayah yang terdampak bencana. Jalur-jalur utama di daerah pascabencana, khususnya di Sumatera, telah dinyatakan dapat difungsikan kembali untuk arus mudik tahun depan.
Pernyataan Resmi dari Humas Polri
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Edison Isir, mengonfirmasi hal ini dalam keterangan pers di Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2026. "Untuk kepastian kaitan sama jalur mudik di wilayah yang saat ini masih dalam proses untuk pulih 100%. Namun secara prinsip di jalur-jalur utama itu bisa difungsikan," ujar Isir. Ia menekankan bahwa pihaknya akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada masyarakat.
Salah satu daerah yang paling terdampak adalah Aceh Tamiang, yang mengalami banjir bandang pada 26 November 2025. Proses pemulihan, termasuk pembersihan jalan dari pohon-pohon tumbang, telah dilakukan sehingga akses transportasi mulai pulih.
Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik
Isir juga membeberkan prediksi terkait waktu puncak arus mudik dan balik Lebaran 2026. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada pertengahan Maret 2026, yaitu tanggal 13 dan 17 Maret. Sementara itu, puncak arus balik diprakirakan jatuh pada tanggal 24 dan 28 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Isir menyampaikan pesan dari Kapolri agar seluruh personel kepolisian memberikan pelayanan maksimal kepada pemudik. "Bapak Kapolri berpesan segenap personel Polri harus bisa memastikan dan memberikan pelayanan kepada saudara-saudari yang akan melaksanakan mudik sehingga bisa aman, bisa selamat, bisa nyaman, dan bergembira bersama keluarga," tuturnya.
Jaminan Stabilitas Harga dan Stok BBM Subsidi
Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan kepastian bahwa tidak akan ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi selama periode mudik Lebaran 2026. Pernyataan ini disampaikan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Selasa, 10 Maret 2026.
Bahlil menegaskan bahwa stok BBM subsidi dan non-subsidi dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan konsumsi. Ia juga membantah kabar yang menyebutkan stok BBM akan habis dalam 20-23 hari, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan buffer stock yang terus diisi melalui produksi lokal dan impor. "Jangan dipelintir-pelintir ya. Itu jangan dipelintir-pelintir seolah-olah 21 hari atau 23 hari itu sudah habis. Enggak, itu kan buffer stock kita, tapi kan datang terus. Kita kan produksi terus. Yang impor kan masuk terus," tegas Bahlil.
Dukungan dari Menteri Keuangan
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, turut mengonfirmasi keamanan stok BBM nasional. Dalam kunjungannya ke Pasar Tanah Abang, Jakarta, pada Selasa, 10 Maret 2026, Purbaya menyatakan bahwa stok BBM 20 hari merupakan hal yang normal dalam pengelolaan logistik. "Yang saya tahu, saat kita menyetok sekian puluh hari, kalau enggak salah 15 hari lebih. Ini kan stoknya 20 hari, berarti berlebih, bukan habis, nanti kalau itu (berkurang) bisa beli lagi. Itu stok yang normal, bukan darurat," ungkapnya.
Dia menambahkan bahwa strategi penyimpanan stok dilakukan untuk menghindari kerugian biaya yang lebih besar jika harus menyetok untuk kebutuhan setahun penuh.
Dengan berbagai jaminan ini, pemerintah dan aparat berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat, termasuk di wilayah-wilayah yang sebelumnya terdampak bencana.



