Geng Motor 'Calon Imam' Serang Warga Pakai Panah di Makassar, Dua Remaja Ditangkap
Geng Motor 'Calon Imam' Serang Warga Pakai Panah di Makassar

Geng Motor 'Calon Imam' Serang Warga Pakai Panah di Makassar, Dua Remaja Ditangkap

Polisi berhasil menangkap dua remaja yang terlibat dalam aksi penyerangan brutal oleh geng motor menggunakan anak panah terhadap warga di Kota Makassar. Peristiwa yang sempat viral di media sosial ini menyebabkan seorang korban mengalami luka di bagian leher dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Pelaku Berusia 16 Tahun dan Masih Diburu Anggota Lain

Kedua pelaku yang diamankan berinisial AP dan SN, masing-masing berusia 16 tahun. AP ditangkap di Jalan Barombong, Kabupaten Gowa, sedangkan SN diamankan di Jalan Manuruki Sembilan, Kota Makassar. Menurut Panit 1 Opsnal Polsek Rappocini Ipda Suprianto, penangkapan ini dilakukan setelah penyelidikan mendalam terkait aksi kekerasan yang terjadi di Jalan Emmy Saelan III, Kecamatan Rappocini.

Kedua remaja tersebut merupakan anggota geng motor yang menamakan diri mereka "Calon Imam". Mereka terlibat dalam penyerangan terhadap warga yang berujung pada terlukanya seorang korban akibat terkena anak panah. Korban sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit sebelum kondisinya stabil.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Motif Penyerangan karena Merasa Tersinggung

Berdasarkan pengakuan pelaku, aksi penyerangan bermula saat rombongan geng motor yang berjumlah sekitar 10 orang melintas dan diteriaki oleh warga. Merasa tersinggung dengan teriakan tersebut, mereka kemudian berbalik arah dan melakukan penyerangan secara membabi buta dengan melepaskan anak panah ke arah korban.

"Mereka merasa tersinggung, lalu pelaku ini menyerang menggunakan anak panah. Ada korban kena anak panah saat kejadian itu. Dua pelaku ini sudah diamankan," jelas Ipda Suprianto. Ia menambahkan bahwa kelompok geng motor ini kerap melakukan konvoi di sejumlah ruas jalan di Kota Makassar dan tidak segan melukai korban dalam aksi acak mereka.

Polisi Lanjutkan Pengembangan Kasus dan Kejar Pelaku Utama

Hingga saat ini, kepolisian masih terus melakukan pengembangan kasus untuk memburu pelaku lain yang terlibat, mengingat total pelaku dalam kejadian tersebut diperkirakan mencapai 10 orang. Kanit Resmob Polres Gowa Ipda Andi Muhammad Alfian membenarkan penangkapan tersebut dan menyebut bahwa kedua remaja yang ditangkap bukanlah pelaku utama.

"Itu ada dua orang diamankan. Katanya itu bukan pelaku utama, tapi dia ikut terlibat dalam rombongan geng motor saat itu. Yang melakukan pembusuran dalam pengejaran, dia melarikan diri sampai sekarang," ujar Ipda Alfian. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta segera melapor jika menemukan hal yang berpotensi mengganggu kamtibmas melalui call center 110.

Aksi kekerasan oleh geng motor ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga Makassar. Polisi berkomitmen untuk menindak tegas semua pelaku dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga