Korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, bertambah menjadi tiga orang. Kepala Bidang Bencana BPBD Sigi, Ahmad Yani, menyatakan bahwa sebelumnya hanya satu korban jiwa yang dilaporkan.
Korban Meninggal Bertambah
Menurut Ahmad, korban ketiga berasal dari Desa Berdikari dan memiliki riwayat penyakit. Saat gempa terjadi, korban mengalami serangan jantung dan dilarikan ke rumah sakit di Kota Palu. “Korban ini belum masuk dalam laporan awal, karena pendataan masih berlangsung ketika data pertama dirilis,” ujarnya.
Sementara itu, korban dari Desa Kamarora mengalami benturan di bagian perut saat gempa dan memiliki riwayat tumor. Keduanya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Torabelo dan RS Bala Keselamatan.
Dampak Gempa: Ribuan Rumah Rusak
Data BPBD Sigi mencatat gempa berdampak pada 2.109 kepala keluarga atau 6.412 jiwa. Selain tiga korban meninggal, terdapat 91 orang luka ringan dan 17 luka berat. Kerusakan rumah mencapai 1.652 unit, terdiri dari 1.472 rumah rusak ringan, 111 rusak sedang, dan 69 rusak berat.
Wilayah terdampak meliputi sejumlah desa di Kecamatan Palolo, Nokilalaki, Tanambualava, dan Lindu. Desa Kamarora A menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, mencapai 1.511 jiwa, disusul Desa Kamarora B dengan 377 jiwa.
Fasilitas Umum Turut Rusak
Gempa juga merusak fasilitas umum, yaitu 9 kantor, 44 rumah ibadah (10 masjid dan 34 gereja), serta 13 bangunan sekolah. Proses pendataan masih terus dilakukan karena laporan dari wilayah terdampak masih masuk ke posko BPBD.



