Brimob Dikeroyok Debt Collector di Serang, Ini Kronologi Lengkapnya
Brimob Dikeroyok Debt Collector di Serang, Ini Kronologi

Dua anggota Brimob Polda Banten, Bripda FS dan Bripda AY, menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan oleh sekelompok debt collector atau mata elang di Kota Serang. Peristiwa ini dipicu oleh upaya penarikan mobil milik rekan mereka, Briptu F, yang menunggak pembayaran.

Kronologi Kejadian

Dirkrimum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan mengungkapkan bahwa kelompok debt collector telah mengintai mobil Daihatsu Xenia tahun 2024 milik Briptu F. Mobil tersebut diketahui menunggak sejak tahun 2024 dan baru dilakukan pembayaran sebanyak empat kali.

"Nunggak dari 2024, baru dilakukan pembayaran empat kali. Memang mereka berniat untuk menarik mobil yang menunggak," kata Kombes Dian kepada wartawan pada Kamis (4/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kelompok debt collector mendapatkan data kendaraan penunggak melalui aplikasi dari PT PPNTT. Mobil Briptu F masuk dalam daftar tersebut. Setelah mengetahui keberadaan mobil di daerah Taktakan, Kota Serang, mereka menghadang istri Briptu F yang baru pulang kerja dari Rumah Sakit Fatimah sekitar pukul 21.00 WIB.

Istri Briptu F yang berprofesi sebagai bidan kemudian menghubungi suaminya. Briptu F pun datang bersama Bripda FS dan Bripda AY. Awalnya terjadi keributan antara anggota Brimob dengan beberapa debt collector. Tak lama kemudian, muncul rombongan menggunakan mobil Sigra putih yang membawa senjata tajam berupa kapak dan parang.

"Jadi alat pembacok berupa kapak dan parang itu disiapkan di dalam satu mobil Sigra putih. Pasca keributan anggota Brimob dengan para debt collector, datanglah satu mobil Sigra putih yang berisi enam orang. Mereka mengambil perlengkapan lalu langsung menyerang membabi buta personel Brimob yang ada di lokasi," ujar Dian.

Korban dan Pelaku

Akibat serangan tersebut, dua anggota Brimob mengalami luka sabetan senjata tajam di tangan kanan dan kepala. Keduanya harus menjalani perawatan medis. Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Hutapea membenarkan hal tersebut.

"Korban dari personel Brimob itu mengalami luka sabetan di tangan kanan dan luka di bagian kepala," katanya.

Setelah kejadian, para pelaku kabur dengan membawa mobil yang menunggak serta kendaraan operasional mereka. Anggota Brimob lain bersama warga melakukan pengejaran hingga dua pelaku, FN dan YS, berhasil ditangkap di dekat Gerbang Tol Serang Barat. Keduanya sempat dihakimi massa saat penangkapan pada Selasa (2/6).

Polisi kemudian menangkap dua pelaku lain, GB dan MM, di wilayah Balaraja, Tangerang, pada Rabu (3/6). Hingga saat ini, polisi masih memburu enam pelaku lain yang identitasnya sudah diketahui.

"Yang sudah kami amankan empat orang. Kemudian masih dalam pengejaran. Yang sudah terdata dan kami sudah mengantongi identitasnya semua, itu ada enam orang," kata Dian.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga