Seorang bocah berinisial K mendatangi Kantor UPT Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Cimanggis, Kota Depok, pada Minggu (21/6/2026) pagi. Ia meminta bantuan petugas Damkar untuk melepas borgol yang mengunci kedua tangannya. Borgol tersebut ditemukan dari tumpukan sampah tidak jauh dari rumahnya di wilayah Cimanggis.
Kronologi Kejadian
Kabid Pengendalian Operasional Damkar Depok, Tesy Haryati, menjelaskan bahwa anak tersebut datang ke kantor dengan keadaan tangan terborgol. "Iya, ternyata anak berinisial K datang ke kantor untuk meminta dibukakan borgol yang membelenggu kedua tangannya," ujar Tesy, Minggu (21/6/2026). Menurut pengakuan anak itu, borgol ditemukan saat ia bermain di sekitar tumpukan sampah. "Terus dimainkan, iseng borgolnya di tangan, dan tidak bisa dilepas karena tidak ada kuncinya," jelas Tesy.
Anak K bersama temannya sempat berusaha membuka borgol sendiri, namun gagal. Mereka kemudian berinisiatif meminta bantuan petugas Damkar. "Akhirnya mereka datang ke UPT Damkar Cimanggis untuk minta dibukakan borgolnya," terang Tesy.
Proses Pelepasan Borgol
Petugas Damkar berupaya membantu sambil sesekali memberikan candaan untuk menghilangkan ketegangan. Mereka menggunakan sejumlah alat untuk membuka borgol yang tidak diketahui kepemilikannya. "Penanganan kami lakukan menggunakan alat, sekitar 30 menit akhirnya borgol dapat dilepas," ucap Tesy. Setelah borgol berhasil terbuka, anak tersebut tampak kegirangan dan tersenyum sumringah. Ia bersama temannya pun mengucapkan terima kasih atas bantuan petugas Damkar Cimanggis.
Peringatan untuk Orang Tua
"Setelah borgol berhasil terbuka, petugas kami mengingatkan anak itu supaya tidak bermain dengan benda yang memiliki risiko," ungkap Tesy. Ia meminta orang tua untuk memberikan pengawasan dan bimbingan kepada anak agar tidak bermain dengan benda maupun lokasi yang berisiko. Menurutnya, kejadian tangan anak yang terborgol dapat menjadi pembelajaran akan pentingnya memahami risiko dalam bermain. "Seperti borgol tadi, saat dimainkan memang berisiko besar yang harus dialami anak. Semoga ini menjadi pembelajaran," pungkas Tesy.



