Kisah Haru: Ayah Teladan dan Anak Berprestasi Tewas Saat Kemping di Temanggung
Ayah Teladan dan Anak Berprestasi Tewas di Temanggung

Liputan6.com, Jakarta - Di mata keluarga besar, mendiang Muhammad Ali Munawar dikenal sebagai sosok ayah teladan yang penuh tanggung jawab. Kasih sayangnya tercermin dari kedua anaknya yang tumbuh berprestasi, dengan satu menekuni dunia fotografi dan satu lainnya berprestasi di bidang taekwondo. Kakak kandung Ali Munawar, Arkhanudin, mengatakan kedua anaknya, yakni Bagas dan Alvino, dikenal sebagai pemuda yang baik, ceria, dan berprestasi. Bahkan, keluarga sempat merasa bangga ketika anak pertama, Bagas Amar Hakiki (21), diterima sebagai fotografer di Keraton Yogyakarta setelah sebelumnya menjalani masa magang di tempat yang sama.

Bagas: Fotografer Keraton dan Mahasiswa UGM

Bagas Amar Hakiki, putra pertama Ali Munawar, berhasil diterima sebagai fotografer di Keraton Yogyakarta setelah magang di sana. Ia juga merupakan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Fakultas Sastra Prancis yang hampir menyelesaikan studinya, tinggal menyusun skripsi. Bagas adalah alumni SMA Negeri 1 Salatiga dan dikenal memiliki prestasi akademik yang baik. Teman-temannya menggambarkannya sebagai pribadi yang ramah, supel, ceria, dan suka membantu.

Alvino: Atlet Taekwondo Berprestasi

Adik Bagas, Alvino, juga memiliki karakter serupa. Siswa kelas 10 SMA Negeri 1 Salatiga ini aktif mengikuti berbagai kejuaraan taekwondo di sejumlah kota, mewakili sekolahnya. Ali Munawar, sebagai ayah yang perhatian, sering mendampingi Alvino saat bertanding, termasuk hingga ke Bali. Arkhanudin menuturkan, "Itu sosok ayah yang dekat dengan anaknya dan perhatian. Ikut kejuaraan olahraga saja ditemani." Ali juga mengajarkan tanggung jawab dengan tidak mengizinkan anaknya naik motor sendiri ke sekolah karena belum memiliki SIM, melainkan naik angkot atau diantar jemput.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Keluarga yang Dermawan

Ali Munawar sehari-hari tinggal di Temenggungan, Kelurahan Panjang, Ambarawa, Kabupaten Semarang, namun setiap akhir pekan pulang ke Desa Kebumen, Banyubiru, Kabupaten Semarang. Ia dikenal dermawan dan baik terhadap keluarga serta tetangga. Banyak karyawannya berasal dari warga desa, sehingga banyak yang merasa kehilangan.

Pemakaman dan Proses Hukum

Keempat jenazah dimakamkan di TPU Sorogeni, Dusun Bendosari, Desa Kebumen, Banyubiru, Kabupaten Semarang, dengan empat liang lahat berdekatan. Pihak keluarga diminta tidak memasuki rumah Ali yang sehari-hari dihuni karena masih dalam pengawasan polisi untuk disterilkan. Hingga saat ini, hasil otopsi masih dalam proses penyelesaian oleh kepolisian.

Kenangan dari Teman Alvino

Teman Alvino, Siena, mengaku kehilangan sosok yang mudah bergaul dan baik hati. Ia tidak menyangka percakapan WhatsApp pada Selasa malam menjadi yang terakhir. "Sedih sekali, tidak ada firasat apapun, kehilangan sekali dia itu sosok yang baik sekali," ujar Siena.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga