Asal Mula Ditemukannya Botol Kimia dan Helm Ungu di Lokasi Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Tim Advokasi untuk Demokrasi mengungkapkan detail awal penemuan botol kimia dan helm ungu di lokasi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026). Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Muhammad Fadhil Alfathan, menyatakan bahwa botol tersebut ditemukan oleh saksi di tempat kejadian, bukan oleh tim kepolisian selama penyisiran awal.
Botol Ditemukan Saksi dan Diserahkan ke Penyidik
Fadhil menjelaskan dalam konferensi pers di Kantor YLBHI, Jakarta, Senin (16/3/2026), bahwa botol berwarna ungu yang diduga digunakan untuk menyiram air keras itu kemudian diserahkan oleh Tim Advokasi kepada penyidik dari Polda Metro Jaya. "Salah satu barang bukti penting yang juga ingin kami garis bawahi dalam kesempatan ini adalah ditemukannya satu botol yang diduga digunakan untuk menyiram air keras kepada Andrie Yunus. Botol tersebut berwarna ungu dan mungkin saja itu tumblr karena tebal," ujarnya.
Botol itu tidak terdeteksi oleh polisi pada penyelidikan pertama, sehingga tim advokasi membantu saksi menyerahkannya ke Resmob Polda Metro Jaya. Barang bukti ini dianggap krusial untuk pemeriksaan melalui scientific crime investigation.
Helm Diuji di Laboratorium Forensik
Di sisi lain, polisi telah mengamankan helm milik terduga pelaku dan wadah kimia dari lokasi kejadian. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengonfirmasi bahwa helm dan wadah tersebut sedang diuji di laboratorium forensik. "Helm dan wadah tersebut sedang diuji di laboratorium forensik. Mudah-mudahan ditemukan sidik jari atau DNA pelaku," kata Iman dalam konferensi pers yang sama.
Polisi masih dalam tahap pengumpulan fakta hukum, menganalisis rekaman CCTV dan jaringan komunikasi pelaku. Sejauh ini, belum ada upaya paksa atau penetapan tersangka, karena investigasi masih berfokus pada pengumpulan alat bukti.
Analisis CCTV dan Pergerakan Pelaku
Tim gabungan yang dibentuk Polri telah menyita 86 titik CCTV dari berbagai sumber, termasuk sistem tilang elektronik, Diskominfo, Dinas Perhubungan, serta rumah warga dan perkantoran. Dari analisis tersebut, terungkap bahwa pelaku diduga telah membuntuti korban sebelum penyerangan.
Pelaku terdeteksi bergerak dari Jakarta Selatan menuju titik kumpul di dekat Stasiun Gambir, lalu melintas ke berbagai lokasi sebelum akhirnya menyerang di Jalan Salemba I. Setelah beraksi, dua pelaku kabur melawan arus, sementara dua lainnya melarikan diri ke arah Jakarta Timur, dengan salah satunya sempat mengganti pakaian.
Kondisi Korban dan Dugaan Pelaku Terlatih
Andrie Yunus mengalami luka bakar di wajah, lengan, batang tubuh, dan anggota gerak lainnya akibat trauma asam. Ia masih menjalani perawatan medis. Polisi juga menduga pelaku mungkin terlatih, berdasarkan analisis digital yang menunjukkan ketenangan dalam pergerakan mereka sebelum dan sesudah kejadian.
Tim advokasi menduga pelaku kemungkinan juga terluka oleh cipratan air keras yang disiramkan, mengingat botol diduga dibuang dan helm ditinggalkan di lokasi. Investigasi terus berlanjut untuk mengidentifikasi pelaku melalui barang bukti yang telah dikumpulkan.
