Polda Sumsel Transformasi Kapal Patroli Jadi Ambulans Apung untuk Wilayah Perairan
Jakarta - Ditpolairud Polda Sumatera Selatan telah menginisiasi terobosan inovatif dengan mengubah Kapal Pol V-1027 Upang, yang sebelumnya berfungsi sebagai kapal patroli, menjadi sebuah Ambulans Apung. Fasilitas medis darurat ini secara khusus dirancang untuk menjangkau masyarakat yang bermukim di wilayah perairan sepanjang Sungai Musi dan sekitarnya, yang selama ini mengalami kesulitan akses menuju fasilitas kesehatan konvensional.
Respons atas Tantangan Geografis dan Keterbatasan Akses
Langkah strategis ini diambil sebagai respons langsung terhadap kondisi geografis Provinsi Sumatera Selatan, di mana sebagian besar wilayahnya didominasi oleh perairan. Kondisi ini seringkali menjadi kendala utama, menghambat akses masyarakat menuju rumah sakit atau puskesmas, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat. Masyarakat di daerah terpencil, seperti Desa Upang di Kabupaten Banyuasin, selama ini menghadapi risiko tinggi ketika memerlukan pertolongan medis mendesak.
Melalui kehadiran Ambulans Apung, Ditpolairud Polda Sumsel kini menghadirkan sistem evakuasi terintegrasi yang mampu memberikan layanan cepat dan tepat waktu. Kapolda Sumsel, Irjen Sandi Nugroho, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. "Kami ingin memastikan bahwa masyarakat di wilayah perairan juga mendapatkan akses layanan kesehatan yang cepat dan layak. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara," tegas Sandi dalam keterangan resminya pada Rabu, 25 Maret 2026.
Fasilitas Lengkap dan Siaga 24 Jam untuk Tanggap Darurat
Ambulans Apung tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung medis yang memadai, antara lain:
- Ruang pasien yang memadai untuk penanganan awal
- Tandu darurat untuk proses evakuasi yang aman
- Perlengkapan medis dasar dan tabung oksigen
- Sistem komunikasi canggih untuk koordinasi langsung dengan rumah sakit rujukan
Personel Polairud juga telah disiagakan selama 24 jam penuh setiap hari, guna memastikan respons yang cepat terhadap setiap laporan darurat yang masuk dari masyarakat. Proses evakuasi dimulai dari penjemputan pasien di dermaga terdekat, kemudian pasien dibawa menggunakan kapal menuju rumah sakit rujukan di Kota Palembang dengan estimasi waktu tempuh sekitar satu jam.
Berbagai Kasus Berhasil Ditangani dan Perluasan Fungsi Kemanusiaan
Sejak dioperasikan, Ambulans Apung telah berhasil menangani sejumlah kasus medis darurat, mulai dari evakuasi pasien persalinan darurat, gangguan kesehatan mendadak pada warga, hingga penanganan intensif untuk pasien anak-anak. Selain fungsi medis, fasilitas ini juga telah dimanfaatkan untuk penanganan kemanusiaan lainnya, termasuk proses evakuasi jenazah warga dari wilayah terpencil yang sulit dijangkau.
Dir Polairud Polda Sumsel, Kombes Heru Agung Nugroho, menyampaikan bahwa fungsi kepolisian kini terus berkembang dan tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga mencakup pelayanan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. "Kapal patroli kami manfaatkan secara optimal untuk membantu masyarakat. Ini adalah bagian dari transformasi pelayanan Polri yang lebih manusiawi dan responsif," ujarnya.
Komitmen Jangka Panjang dan Rencana Pengembangan Layanan
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu'min Wijaya, menambahkan bahwa inovasi Ambulans Apung ini merupakan implementasi nyata dari program Presisi Polri, yang berfokus pada pelayanan yang tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh masyarakat. "Polda Sumsel berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang inklusif, termasuk bagi warga di wilayah terpencil dan perairan," ungkap Nandang.
Ke depan, Polda Sumsel bersama dengan instansi terkait tengah menyiapkan pengembangan layanan lebih lanjut berupa Klinik Terapung, yang diharapkan dapat menjangkau lebih banyak desa dan komunitas di wilayah perairan. Saat ini, kehadiran Ambulans Apung telah memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan akses layanan kesehatan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik serta memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil, mendapatkan perlindungan dan pelayanan kesehatan yang optimal dan setara.



