Aiptu Dafit Rico Darmawan, yang akrab disapa David Wewe, kembali menjadi sorotan publik berkat aksi penyamarannya dalam menangkap pelaku kejahatan. Anggota Satreskrim Polresta Padang, Polda Sumatera Barat ini diusulkan untuk Hoegeng Awards 2026 oleh dosen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Sari Lenggogeni. Sari mengaku terkesan dengan dedikasi David dalam melayani masyarakat.
"Dedikasi beliau itu hampir se-Sumatera Barat. Beliau quick response. Siapapun, tanpa status apapun, dengan latar belakang apapun, selalu menindaklanjuti laporan," kata Sari kepada detikcom, Kamis (30/4/2026).
David menjabat sebagai Kepala Tim Klewang atau Opsnal Satreskrim Polresta Padang. Sari menyebut warga banyak melapor ke Posko Tim Klewang karena respons cepat yang diberikan. Tim ini memiliki call center yang responsif terhadap berbagai laporan masyarakat.
"Mulai dari apapun ditindaklanjuti dan direspons. Itu sangat jarang saya lihat pada seorang polisi. Respons itu yang pertama," ucap Sari.
Sari mengenal David sejak tahun 1995, saat mereka sama-sama menjadi Tim Paskibraka Kota Padang. Ia menilai David sebagai polisi yang baik dan suka menolong masyarakat. "Sampai sebegitu baiknya beliau ke masyarakat, yang ngefans banyak. Bisa dari Pekanbaru datang hanya untuk berfoto," kata Sari.
David juga turun tangan dalam respons cepat bencana banjir bandang di Padang pada November 2025. Ia memberikan bantuan kepada masyarakat dan langsung turun ke daerah bencana. "Dia itu langsung turun tangan ke daerah bencana. Misalnya, ada emak-emak minta kasur atau daster, itu dibikin lucu-lucu tapi dipenuhi. Kehadirannya saja sudah menjadi obat," ucap Sari.
Dedikasi 20 Tahun di Reserse
Aiptu David telah mengabdi di bidang reserse sejak awal tahun 2000-an. Ia tertarik mengungkap kasus kriminal sejak awal. "Kalau di buser saya sudah hampir 24 tahun. Tim Klewang baru dibentuk Kapolresta lama pada tahun 2021," kata David kepada detikcom.
Menjadi anggota kepolisian baginya berarti memberikan pelayanan terbaik. Laporan masyarakat harus segera ditindaklanjuti. "Masalah kita melayani masyarakat dulu. Saya selalu menerima apapun laporan dari masyarakat, sekecil apapun masalah kita terima dulu. Kita berikan pelayanan terbaik," jelas David.
Setelah menerima laporan, David langsung melakukan pendalaman dan mengerahkan tim untuk mengungkap kasus. "Begitu kita datangi TKP, kita pertajam lidik, arahkan anggota di lapangan. Apabila sudah A1, kita langsung melakukan pergerakan untuk menangkap pelaku," ucapnya.
Transparansi Melalui Video Penangkapan
David sering melakukan penyamaran saat menangkap pelaku. Video penangkapan diunggah di akun media sosialnya. "Kita dituntut selalu posting kegiatan Polri biar dikenal masyarakat. Polri itu bekerja transparan. Saat penangkapan, kita punya trik untuk mengelabui mereka. Apakah menyamar atau pura-pura jadi apa, yang penting target berhasil diamankan," ucap David.
Salah satu penangkapan terbaru adalah kasus penganiayaan hingga tewas. Tersangka ditangkap di dalam bus sementara David menyamar sebagai pengamen. Pelaku sempat kabur ke Depok selama enam bulan sebelum akhirnya ditangkap saat kembali ke Padang.
Mengembalikan Kepercayaan Masyarakat
David selalu berupaya menjaga citra Polri dan mengubah pola pikir masyarakat bahwa lapor polisi harus pakai uang. "Saya ingin mengubah pola lama, misal lapor polisi takut, harus bayar dulu baru bergerak. Masyarakat percaya kembali, muncul lagi kepercayaan dari masyarakat," tuturnya.
Pekerjaan di bidang reserse menjadi hobi baginya. David merasa senang membantu masyarakat dalam pengungkapan kasus. "Selagi kita dipakai pimpinan dan selagi masyarakat masih memakai kita, insyaAllah sampai titik darah penghabisan saya mengabdi di satuan reserse. Sudah merupakan hobi dan membantu masyarakat yang lagi bermasalah itu saya paling senang," pungkasnya.
David mengatakan dirinya standby 24 jam. Posko Tim Klewang sudah menjadi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) 2 di Polresta Padang.



