4 Fakta 11 Bayi Ditemukan di Rumah Bidan Sleman, Kini Diusut Pidana
4 Fakta 11 Bayi di Rumah Bidan Sleman Diusut Pidana

Warga di Padukuhan Randu Wonokerso, Hargobinangun, Pakem, Sleman, digegerkan dengan penemuan 11 bayi di rumah seorang bidan. Bayi-bayi tersebut mayoritas merupakan hasil hubungan di luar nikah. Polresta Sleman kini mengusut kasus ini secara pidana. Berikut rangkuman fakta-faktanya:

1. Sebanyak 11 Bayi Berhasil Dievakuasi

Petugas kepolisian bersama dinas terkait mengevakuasi 11 bayi dari rumah bidan tersebut. Menurut Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, bidan tersebut telah membantu persalinan sejak lima bulan lalu. "Tentunya kami merasa ada hal yang janggal terhadap adanya 11 bayi yang ada di Hargobinangun tersebut. Di suatu rumah yang ditungguin atau dirawat oleh tiga orang," ujar Wiwit kepada wartawan.

2. Tiga Bayi dalam Kondisi Sakit

Wiwit menjelaskan, 11 bayi tersebut dievakuasi pada Jumat (8/5) sore bersama dinas terkait. Tiga bayi dirawat di rumah sakit, dua bayi diambil oleh orang tuanya, sementara enam bayi lainnya dievakuasi ke Dinas Sosial Sleman. "Tiga bayi kita rawat di RSUD, kemarin dua bayi diambil yang mengaku ibunya. Terus enam bayi yang lain dirawat di dinsos untuk penanganan lebih lanjut," jelasnya. Ia menambahkan, 11 bayi tersebut dilahirkan di wilayah Banyuraden, Gamping, dengan bantuan bidan berinisial ORP. Awalnya, ada seorang ibu yang melahirkan di bidan tersebut dan kemudian menitipkan bayinya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

3. Bayi Mayoritas Hasil Hubungan di Luar Nikah

Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, mayoritas bayi tersebut merupakan hasil hubungan di luar nikah. "Ya, untuk bayi ini mayoritas memang, terus terang, di luar pernikahan," kata Wiwit. Polisi melakukan penyelidikan setelah menerima informasi adanya 11 bayi yang dirawat di sebuah rumah. Hasil pendalaman sementara menunjukkan para bayi dilahirkan dengan bantuan bidan ORP di wilayah Bayuraden, Gamping.

4. Polisi Periksa Bidan hingga Orang Tua Bayi

Polresta Sleman menyelidiki kasus ini dengan memeriksa 11 orang, termasuk bidan ORP yang membantu proses persalinan. Selain bidan, ada wanita berinisial K dan pria berinisial S, yang merupakan orang tua bidan tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan keduanya ikut membantu mengasuh bayi bersama seorang pembantu. "Saksinya sudah ada yang kami klarifikasi terhadap satu bidan, inisialnya, ORP. Terhadap pengasuhnya, yaitu Ibu K. Dibantu suaminya, Bapak S, dan satu pembantunya," kata Wiwit.

Polisi juga telah meminta keterangan dari enam orang ibu bayi yang menitipkan anak ke bidan tersebut. Wiwit menyebut orang tua bayi itulah yang berinisiatif menitipkan anak. "Orang tuanya karena memiliki kesibukan ataupun memiliki status yang mungkin masih belum menikah, makanya sementara dititipkan. Tapi mereka rata-rata beralasan karena kesibukan dan akan mengambil kembali," katanya.

Wiwit mengatakan petugas masih terus mendalami peristiwa ini, apakah ada indikasi penelantaran, perdagangan anak, atau tindak pidana lain. Oleh karena itu, polisi belum menetapkan tersangka dalam peristiwa ini. "Masih lidik semuanya. Jadi masih lidik, sifatnya masih klarifikasi terhadap mereka dan pendalaman-pendalaman saksi-saksi, yang baik di TKP ataupun yang bersangkutan yang merawat ataupun dengan bidan juga," tegasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga