21 Hari Berlalu, Teror Api Misterius di Rumah Fia Belum Berakhir
21 Hari, Api Misterius di Rumah Fia Masih Muncul

Keluarga Mutfiana, pemilik rumah yang mengalami fenomena kebakaran berulang di Seyegan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar acara yasinan atau doa bersama pada Kamis malam (11/6/2026). Kegiatan ini dilakukan karena teror api misterius di kediaman mereka belum juga berakhir meski telah berlangsung selama 21 hari.

Fenomena Api Misterius Masih Berlanjut

Mutfiana yang akrab disapa Fia menuturkan bahwa hingga Kamis (11/6), total kemunculan api misterius di rumahnya mencapai 125 kali. Meskipun intensitasnya diklaim berkurang dibandingkan hari-hari pertama, api masih saja muncul. "(Api) masih ada, walaupun jumlahnya turun signifikan," kata Fia saat ditemui di kediamannya, Kamis malam.

Menurut Fia, penurunan intensitas ini kemungkinan besar disebabkan oleh banyaknya barang yang sudah dipindahkan dari dalam rumah. Saat ini, Fia dan keluarganya mengungsi ke sebuah ruko yang terletak tepat di sebelah utara rumah mereka.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Doa Bersama untuk Keselamatan

Fia menjelaskan bahwa doa bersama dengan mengundang masyarakat sekitar digelar dengan harapan situasi sulit ini segera berakhir dan keluarga diberikan keselamatan. Acara doa bersama ini juga dibarengi dengan sosialisasi dari pengurus wilayah setempat mengenai fenomena kemunculan api, meskipun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan ilmiah.

"Ilmiahnya tetap jalan, religiusnya juga. Ini kan juga adanya doa bersama ini juga memberikan penjelasan bahwa tidak perlu khawatir walaupun ada retakan-retakan itu, nggak apa-apa, enggak usah resah gitu lho," jelas Fia. Ia menambahkan bahwa masyarakat sekitar merasa resah dan panik, bahkan ada yang bertanya-tanya harus pindah ke mana jika hal serupa terjadi.

Dampak pada Warga Sekitar

Putri Rahmadini, seorang warga yang mengontrak bangunan di utara rumah Fia, mengakui adanya keresahan di kalangan warga. Rumah kontrakannya berada di sebelah bangunan ruko tempat Fia mengungsi. Putri khawatir karena ia menyaksikan sendiri handuk yang dijemur di area belakang kontrakannya tersulut api. "Kemarin lusa kalau nggak salah, pas siang tak tinggal tidur," kata Putri. Ia menambahkan bahwa sudah tiga barang miliknya yang terbakar, sehingga ia harus meningkatkan kewaspadaan, misalnya dengan mengawasi jemuran. Putri berencana pindah kontrakan, bukan karena resah, tetapi karena masa kontraknya habis bulan depan.

Penyelidikan Ilmiah oleh Tim Ahli

Sejauh ini, para peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM), UPN 'Veteran' Yogyakarta, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah turun tangan menginvestigasi pemicu fenomena ini. Tiga senyawa diduga sebagai penyebabnya, yaitu gas metana (CH4), gas hidrogen (H2), dan gas fosfin (PH3).

Tim UGM telah mengerahkan unit georadar dan mendeteksi sejumlah retakan yang diduga menjadi jalur senyawa pemicu kemunculan api. Sementara itu, tim peneliti UPN telah melakukan penelitian geomagnetik untuk mencari jenis batuan ultrabasa dan vulkanik yang dapat membentuk gas hidrogen. Survei geolistrik di sekitar rumah Fia juga telah dilakukan untuk memetakan lapisan batuan di bawah tanah dan mendeteksi struktur atau rongga yang menjadi jalur keluarnya gas pemicu api.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga