Satgas Cartenz Ungkap Jaringan Pemasok Amunisi Ilegal ke KKB di Papua, Dua Pelaku Diamankan
Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2026 kembali berhasil mengungkap dan membongkar jaringan peredaran senjata api serta amunisi ilegal yang diduga diperuntukkan bagi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Papua. Dalam operasi yang digelar pada Sabtu (28/3/2026), dua orang pelaku berhasil diamankan di lokasi yang berbeda di Jayapura, Papua.
Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, AKBP Andria, menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari pengembangan kasus yang telah dilakukan sejak tanggal 12 hingga 28 Maret 2026. "Kami mengungkap jaringan peredaran senjata dan amunisi ilegal di Papua. Dua pelaku diamankan di lokasi yang berbeda," ujarnya seperti dilansir dari detikSulsel pada Minggu (29/3/2026).
Rincian Penangkapan dan Peran Pelaku
Kedua pelaku yang diamankan tersebut berinisial NH dan HLT (38 tahun). Menurut keterangan Andria, penangkapan ini berkaitan erat dengan jaringan yang beroperasi di wilayah Yalimo dan Yahukimo. "Penangkapan ini merupakan bagian dari pengembangan kasus jaringan distribusi amunisi ilegal yang terindikasi terhubung dengan wilayah Yalimo dan Yahukimo," bebernya.
Lebih lanjut, Andria mengungkapkan peran masing-masing pelaku dalam jaringan tersebut. NH diduga merupakan anggota KKB Batalyon Yamue Yahukimo yang berperan sebagai penyedia dana dalam pembelian amunisi ilegal. Sementara itu, HLT diduga berperan sebagai penyedia amunisi ilegal yang diperoleh secara tidak sah. "Dalam jaringan ini, NH berperan sebagai penyedia dana, sedangkan HLT sebagai penyedia amunisi ilegal," jelasnya.
Bukti dan Penyitaan
Dari tangan kedua pelaku, polisi berhasil menyita sebanyak 132 butir amunisi ilegal. Penyitaan ini menjadi bukti kuat atas aktivitas jaringan yang telah lama beroperasi dan mengancam keamanan di wilayah Papua. Operasi ini menunjukkan komitmen Satgas Cartenz dalam memberantas peredaran senjata dan amunisi ilegal yang kerap dimanfaatkan oleh kelompok bersenjata untuk melakukan aksi kriminal.
Penangkapan ini juga mengindikasikan adanya keterlibatan anggota KKB dalam mendanai dan menyuplai amunisi ilegal, yang memperkuat dugaan bahwa jaringan tersebut memiliki koneksi yang luas dan terorganisir. Satgas Cartenz terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap seluruh rantai jaringan dan pelaku lainnya yang terlibat.
Operasi penangkapan ini diharapkan dapat memutus mata rantai peredaran senjata dan amunisi ilegal di Papua, serta memberikan efek jera bagi pelaku dan kelompok yang terlibat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan terkait peredaran senjata ilegal kepada pihak berwajib.



