UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah, resmi menjatuhkan sanksi drop-out (DO) kepada Ibra Maulana (23), mahasiswa yang terlibat dalam kasus penggelapan 40 unit motor milik teman-teman kampusnya. Keputusan ini diambil setelah melalui serangkaian proses investigasi dan sidang etik.
Sanksi Berat karena Pelanggaran Etika
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Walisongo Semarang, Umul Baroroh, menyatakan bahwa Ibra telah melakukan pelanggaran etika berat. Selain itu, ia diketahui tidak membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama dua semester berturut-turut. "Yang bersangkutan telah resmi di-DO karena melakukan pelanggaran etika berat. Berdasarkan tracing akademik, oknum tersebut memang sudah tidak aktif dan tidak membayar UKT selama dua semester berturut-turut," kata Baroroh dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).
Proses Penindakan Internal
Bagian Akademik dan Kemahasiswaan UIN Walisongo, Margono, menjelaskan bahwa proses penindakan terhadap Ibra yang juga aktif sebagai anggota Senat Mahasiswa dilakukan secara terukur. Laporan pertama diterima pada 22 Mei 2026 dari salah seorang mahasiswa korban. Kampus kemudian membentuk tim investigasi pada 25 Mei 2026 yang bekerja maraton hingga 28 Mei 2026 untuk mengumpulkan bukti. "Sebelum keputusan DO diterbitkan, kami terlebih dahulu menggelar Sidang Etik," ujar Margono.
Dalam proses investigasi, terungkap bahwa Ibra telah menghilang selama empat semester. Dosen wali Ibra mengonfirmasi bahwa ia tidak pernah melakukan perwalian selama periode tersebut. "Dari pelacakan lebih lanjut, dosen wali yang bersangkutan juga mengonfirmasi bahwa oknum tersebut sudah empat semester menghilang dan tidak pernah melakukan perwalian," ungkap Margono.
Keputusan Final
Ibra secara resmi dijatuhi sanksi akademik kategori berat berupa pemberhentian atau DO sebagai mahasiswa UIN Walisongo pada 29 Mei 2026. Sanksi ini didasarkan pada Keputusan Rektor Nomor 648 Tahun 2024 Bab 5 tentang Tata Tertib Mahasiswa Poin D. Kasus ini bermula dari penggelapan 40 motor teman kampus yang kemudian digadaikan. Ibra dilaporkan menggunakan modus senioritas untuk meminjam motor korban.



