Preman Ngamuk Hancurkan Mangkuk Tukang Bubur di Tanah Abang Gagal Dapat Uang Rp 300 Ribu
Preman Hancurkan Mangkuk Tukang Bubur Gagal Dapat Uang Rp 300 Ribu

Preman Ngamuk Hancurkan Mangkuk Tukang Bubur di Tanah Abang Gagal Dapat Uang Rp 300 Ribu

Aksi premanisme kembali terjadi di ibu kota. Tiga orang preman mengamuk dan menghancurkan mangkuk-mangkuk dagangan seorang tukang bubur di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, karena tidak diberi uang jatah keamanan sebesar Rp 300 ribu. Kejadian yang terekam video ini pun viral di media sosial.

Kronologi Insiden Pemalakan yang Terekam Kamera

Peristiwa ini terjadi di warung kopi Berkah, yang berlokasi di bawah JPO Jalan Fachrudin, Kampung Bali, Jakarta Pusat pada Kamis, 9 April 2026 sekitar pukul 23.40 WIB. Saat korban sedang berjualan bubur, tiga pelaku mendatanginya dan meminta uang dengan ancaman akan menusuk jika permintaan tidak dipenuhi.

"Pelapor sedang dagang bubur di TKP datang 3 (tiga) orang pelaku meminta uang jatah keamanan sebesar Rp.300.000 (tiga ratus ribu rupiah) sambil mengancam akan menusuk apabila tidak diberikan," jelas Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo kepada wartawan pada Jumat (10/4/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Karena korban tidak memberikan uang tersebut, pelaku pun mengamuk. Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria bertopi, mengenakan jaket biru dan celana pendek, mengambil mangkuk-mangkuk dagangan lalu membenturkannya hingga pecah berserakan.

Tiga Pelaku Berhasil Ditangkap dan Positif Narkoba

Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan penyelidikan. Berkoordinasi dengan pihak RW setempat, mereka berhasil menangkap ketiga pelaku yang berinisial TDT (26), DA (36), dan OP (36). Mereka dibawa ke Polsek Metro Tanah Abang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami melakukan koordinasi dengan pak RW, berhasil melakukan penangkapan terhadap 3 pelaku menyita sajam," tegas AKBP Dhimas Prasetyo. Senjata tajam yang digunakan untuk mengancam korban turut disita sebagai barang bukti.

Yang lebih mencengangkan, hasil tes urine menunjukkan bahwa ketiga pelaku tersebut positif menggunakan narkoba jenis metamphetamine. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa aksi premanisme sering kali terkait dengan penyalahgunaan zat terlarang.

Polda Metro Jaya Tegas Tidak Beri Ruang Premanisme

Menanggapi insiden ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi aksi premanisme, terutama yang menyasar pedagang kecil.

"Kami yakini Polda Metro Jaya tidak akan memberi ruang kepada para pelaku tersebut. Kami akan meminta jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Reskrim jajaran untuk melakukan penindakan terhadap orang-orang yang melakukan upaya-upaya baik pelanggaran pidana terhadap para pedagang-pedagang kecil gitu," tandas Budi Hermanto.

Komitmen ini penting mengingat dalam beberapa waktu terakhir, beberapa kasus pemalakan terhadap pedagang dan pengendara kembali marak terjadi di Jakarta. Penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat memberikan efek jera dan rasa aman bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga