Polisi Ungkap Alasan Sopir Truk Kabur Usai Tabrak Tokoh Pramuka Tangerang
Polisi Ungkap Alasan Sopir Truk Kabur Usai Tabrak Tokoh Pramuka

Polresta Tangerang berhasil menangkap AD (21), sopir truk yang menjadi pelaku tabrak lari terhadap tokoh Pramuka, Herman Sulistyo (71) atau yang akrab disapa Kak Herman. Pelaku nekat melarikan diri karena ketakutan akan menjadi sasaran amukan massa usai menabrak korban.

Kasat Lantas Polresta Tangerang AKP Fery Oktaviari Pratama mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku panik dan memilih kabur karena khawatir diamuk warga yang menyaksikan kejadian. "Dari keterangannya, pelaku melarikan diri dikarenakan takut diamuk massa oleh warga," ucap Fery pada Jumat (12/6/2026).

Kronologi Kecelakaan

Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (7/6) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, korban yang tengah bersepeda di wilayah Tangerang ditabrak oleh truk yang dikemudikan AD. Seorang saksi yang melihat kejadian tersebut berusaha menghentikan truk, namun pelaku justru tancap gas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Ada satu saksi yang mencoba memberhentikan, tapi tidak berhenti," ujar Fery. Saksi kemudian berhasil memfoto nomor kendaraan pelaku. Informasi itu menjadi kunci bagi polisi untuk melacak keberadaan truk tersebut.

"Sempat foto nomor kendaraan," tambahnya.

Berkat foto tersebut, polisi berhasil melacak lokasi truk dan menangkap AD pada Kamis (11/6) malam. Pelaku diamankan di kediamannya yang berada di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung.

Sosok Herman Sulistyo

Herman Sulistyo dikenal luas sebagai tokoh Pramuka di Tangerang Raya hingga Banten. Ia sangat dihormati karena dedikasinya dalam memegang teguh nilai-nilai kepramukaan sejati dalam kehidupan sehari-hari. Panggilan akrab Kak Herman lazim digunakan di dunia kepramukaan.

Kak Herman selalu konsisten mengenakan seragam lengkap Pramuka di berbagai kesempatan, baik saat menghadiri acara resmi maupun dalam aktivitas keseharian. Ia juga dikenal gemar bersepeda untuk menghadiri berbagai kegiatan kepramukaan.

Sebelum dimakamkan, jenazah Kak Herman disalatkan di Masjid Raya Al-A'zhom Kota Tangerang pada Minggu (7/6) siang. Prosesi pemakaman dihadiri sejumlah pejabat daerah hingga anggota Pramuka se-Banten. Jenazah Kak Herman dikebumikan di TPU Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, dengan prosesi secara kepramukaan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga