Jasad Pria Ditemukan Tinggal Belulang di Pasuruan, 40 Hari Tak Pulang Usai Pamit Cari Kerja
Sebuah kasus tragis terjadi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, di mana seorang pria ditemukan meninggal dunia dalam kondisi yang mengenaskan, hanya tinggal belulang. Korban, yang telah hilang selama 40 hari, sebelumnya pamit kepada keluarganya untuk pergi mencari pekerjaan di daerah lain, namun tak kunjung kembali.
Kronologi Penemuan Jasad
Jasad pria tersebut ditemukan oleh warga setempat di sebuah area terpencil di Pasuruan. Kondisinya yang sudah membusuk dan hanya menyisakan tulang-belulang menunjukkan bahwa kematiannya telah terjadi cukup lama. Keluarga korban melaporkan kehilangan setelah ia tidak pulang selama hampir satu setengah bulan, sejak pamit untuk mencari nafkah.
Pihak kepolisian setempat telah melakukan olah TKP dan mengamankan bukti-bukti di lokasi kejadian. Investigasi awal dilakukan untuk menentukan penyebab kematian, apakah karena kecelakaan, penyakit, atau kemungkinan tindak kriminal. Petugas juga berkoordinasi dengan keluarga untuk identifikasi lebih lanjut.
Latar Belakang Korban
Korban diketahui sebagai seorang pencari kerja yang berusaha meningkatkan ekonomi keluarganya. Ia meninggalkan rumah dengan harapan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, namun nasib malah membawanya pada akhir yang tragis. Kejadian ini menyoroti risiko yang dihadapi oleh banyak pencari kerja di Indonesia, terutama mereka yang harus merantau ke daerah asing tanpa perlindungan memadai.
Keluarga korban menyatakan syok dan duka mendalam atas penemuan ini. Mereka berharap penyelidikan polisi dapat mengungkap kebenaran di balik kematiannya, serta memberikan keadilan jika terbukti ada unsur kejahatan.
Respons Pihak Berwajib
Kapolres Pasuruan menyampaikan bahwa kasus ini sedang ditangani secara serius. Tim forensik dikerahkan untuk memeriksa jasad dan lingkungan sekitar guna mengumpulkan petunjuk. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan melaporkan setiap kejadian mencurigakan, terutama terkait orang hilang.
Kasus ini mengingatkan pentingnya sistem pendataan dan perlindungan bagi pekerja migran, serta peran keluarga dalam memantau keberadaan anggota yang merantau. Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan pengawasan di area-area rawan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
