JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari rumah tangga komedian Dede Sunandar. Sang istri, Karen Hertatum, dengan berani mengungkapkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialaminya selama menikah dengan Dede. Pernikahan mereka yang telah berlangsung selama 12 tahun, menurut Karen, mulai goyah sejak tujuh tahun terakhir.
Perubahan Sikap Dede Sunandar
Karen menceritakan bahwa suaminya mulai menunjukkan perubahan sikap yang drastis. Tidak hanya berselingkuh, Dede juga disebut-sebut memiliki temperamen yang mudah meledak dan tidak segan-segan menggunakan kekerasan fisik. “Di situ aku dihajar habis-habisan,” ujar Karen dalam wawancara di C8 Podcast, seperti dikutip pada Rabu (19/2/2025).
KDRT yang Terus Berulang
Menurut pengakuan Karen, kekerasan yang dialaminya bukanlah kejadian sekali saja. Ia mengaku sering menjadi sasaran amarah Dede tanpa alasan yang jelas. “Dia mudah marah, kadang karena hal sepele. Aku sering jadi pelampiasan,” tambahnya. Selama ini, Karen memilih bungkam demi menjaga keutuhan rumah tangga dan masa depan anak-anak mereka.
Namun, setelah bertahun-tahun menahan, ia memutuskan untuk bersuara. Karen berharap pengakuannya bisa menjadi pelajaran bagi perempuan lain yang mengalami nasib serupa. “Jangan takut untuk bicara. KDRT bukan aib, tapi kejahatan,” tegasnya.
Dampak pada Anak dan Keluarga
Kondisi rumah tangga yang tidak harmonis ini tentu berdampak pada psikologi anak-anak. Karen mengaku bahwa anak-anak mereka sering menyaksikan pertengkaran dan kekerasan yang terjadi. “Mereka jadi takut dan sering bertanya kenapa Papa marah terus. Itu yang paling menyakitkan,” ucapnya lirih.
Hingga berita ini diturunkan, Dede Sunandar belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan KDRT dan perselingkuhan yang dilontarkan istrinya. Namun, publik dibuat gempar dengan pengakuan Karen yang dianggap sangat berani.
Dukungan untuk Korban KDRT
Kasus KDRT yang menimpa Karen Hertatum menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam rumah tangga masih marak terjadi di Indonesia. Berbagai pihak mendorong korban untuk segera melapor ke pihak berwajib atau lembaga perlindungan perempuan. “Kami mendukung penuh langkah Karen untuk melawan kekerasan. Semoga keadilan bisa ditegakkan,” ujar perwakilan Komnas Perempuan.
Karen sendiri mengaku sudah mengambil langkah hukum dengan melaporkan suaminya ke polisi. Ia berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan efek jera bagi pelaku KDRT.



