Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Porno Lisa Mariana, Termasuk Penggunaan Narkoba
Polda Jawa Barat kembali mengungkap perkembangan terbaru dalam kasus video porno yang menjerat artis Lisa Mariana dan mantan manajernya, MT. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menyampaikan fakta-fakta baru yang mengungkap keterlibatan narkoba dan kondisi tidak sadar dari Lisa Mariana selama kejadian.
Kejadian di Kos-kosan Jakarta Tahun 2020
Hendra menjelaskan bahwa peristiwa pembuatan video bermuatan kesusilaan tersebut terjadi sekitar akhir tahun 2020 di sebuah kos-kosan semi hotel di wilayah Jakarta. "Peristiwa pembuatan video bermuatan kesusilaan itu terjadi sekitar akhir 2020 di sebuah kos-kosan semi hotel di wilayah Jakarta," kata Hendra seperti dilansir dari detikJabar, Senin (20/4/2026).
Menurut keterangan polisi, kejadian ini bermula dari ajakan MT selaku manajer yang meminta Lisa Mariana untuk menghadirkan seorang teman guna bersenang-senang. Dalam situasi tersebut, MT disebut menyediakan minuman beralkohol dan narkoba yang kemudian dikonsumsi bersama-sama.
Kondisi Tidak Sadar Akibat Narkoba dan Alkohol
Kombes Hendra Rochmawan menegaskan bahwa Lisa Mariana sempat menolak ajakan tersebut. Namun, pengaruh alkohol dan narkoba diduga kuat membuat peristiwa itu tetap terjadi dalam kondisi Lisa yang tidak sepenuhnya sadar. "Awalnya ada ajakan dari MT selaku manajer yang meminta terperiksa LM untuk menghadirkan teman untuk bersenang-senang. Kemudian, MT menyediakan minuman beralkohol dan narkoba yang dikonsumsi bersama, sehingga LM berada dalam kondisi tak sadar sepenuhnya," ujarnya.
Polisi juga mengungkap bahwa Lisa Mariana tidak pernah diperlihatkan hasil video tersebut. Namun, dia mengetahui bahwa perekaman dilakukan menggunakan ponsel iPhone 11 warna merah yang berada dalam penguasaan MT. Lisa juga menyadari bahwa video itu ada dalam penguasaan pihak terkait dan diduga dibuat untuk kepentingan klien lain.
Implikasi Hukum dan Investigasi Lanjutan
Kasus ini terus diselidiki oleh Polda Jawa Barat dengan fokus pada beberapa aspek kunci:
- Penggunaan narkoba dan alkohol yang memengaruhi kesadaran korban
- Peran MT sebagai penyedia zat terlarang dan penginisiasi kejadian
- Motif pembuatan video untuk kepentingan pihak ketiga
- Alur peredaran video dan perangkat yang digunakan
Penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti pendukung untuk melengkapi berkas perkara. Kombes Hendra menambahkan bahwa timnya akan memeriksa semua saksi dan barang bukti terkait untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan adil.
Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan figur publik dan unsur narkoba yang memperparah tindak pidana kesusilaan. Polda Jabar berkomitmen untuk menuntaskan investigasi sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.



