Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Kronologi Kejadian
Seorang bocah sekolah dasar (SD) diduga hendak bunuh diri dengan melompat ke sungai di Grand Depok City (GDC), Depok. Korban sempat meninggalkan tas sekolahnya sebelum melompat dari jembatan. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026, pukul 14.00 WIB di Jembatan GDC, Depok.
Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi mengonfirmasi kejadian tersebut. "Iya (anak SD). Mau bundir (bunuh diri) sengaja melompat," ujarnya kepada wartawan, Minggu (10/5/2026).
Detik-detik Sebelum Lompat
Menurut keterangan polisi, pada pukul 12.00 WIB korban terlihat minum es dan duduk di trotoar jembatan. Selang lima menit kemudian, korban mendekat ke pagar jembatan sambil menaruh tas sekolahnya di trotoar. "Korban tiba-tiba berdiri di atas pagar jembatan dan melompat ke sungai," tutur Made.
Saat kejadian, warga sekitar berteriak dan mendekati jembatan. Saksi melihat korban bergerak seperti berenang ke tepian. Seorang pengemudi ojek online (ojol) yang kebetulan menjemput teman korban segera menuju ke arah korban hanyut. Tak lama kemudian, korban berhasil ditemukan dan dibawa ke pinggir sungai.
Korban Selamat dan Dipulangkan
"Menurut keterangan saksi, bahwa korban adalah jemputan temannya ojol yang menolong. Akhirnya ojol yang menolong menghubungi temannya dan korban diantar pulang oleh jemputannya," ujar Made. Kondisi korban saat ditolong masih hidup dan berstatus pelajar. Proses pertolongan hingga korban dibawa pulang oleh orang tuanya berlangsung tidak lama.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai motif percobaan bunuh diri tersebut. Polisi masih melakukan pendalaman dan mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental anak-anak.



