Bentrokan Antarkampung di Bogor Berawal dari Saling Ejek di Festival Adu Kuluwung
Bentrokan Antarkampung Bogor Dipicu Saling Ejek di Festival

Bentrokan Antarkampung di Bogor Dipicu Saling Ejek di Festival Adu Kuluwung

Sebuah bentrokan antarkampung terjadi di wilayah Bogor, Jawa Barat, yang berawal dari insiden saling ejek saat festival tradisional adu kuluwung atau meriam kayu. Peristiwa ini menewaskan tiga orang luka-luka dan menyebabkan kerusakan pada kendaraan truk.

Video Viral Ungkap Kronologi Perkelahian

Video perkelahian yang beredar di media sosial menunjukkan sekelompok orang terlibat dalam keributan di pinggir jalan Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol. Dalam rekaman tersebut, terlihat satu kelompok menaiki truk, sementara kelompok lain menyerang mereka dengan menggunakan berbagai benda.

Kapolsek Jonggol, Kompol Hida Tjahjono, mengonfirmasi bahwa kejadian ini bermula pada Selasa, 24 Maret 2026, di Desa Sukajadi, Kecamatan Cariu. "Pemicunya adalah acara ngadu kuluwung, di mana terjadi saling ejek antara warga dari kampung berbeda, yang kemudian memicu perkelahian," jelas Hida.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Eskalasi Konflik hingga Menyebar ke Lokasi Lain

Bentrokan tidak berhenti di lokasi festival. Insiden berlanjut di sekitar Terminal Cariu, di mana warga Kampung Mengker diduga menjadi korban pemukulan oleh warga Kampung Jagaita. Peristiwa puncak terjadi di Kampung Mengker, Desa Sirnagalih, yang videonya kemudian viral di media sosial.

Akibat bentrokan ini, tiga orang mengalami luka-luka akibat lemparan batu dan pukulan bambu. Mereka sempat dibawa ke Puskesmas Jonggol dan RSUD Cileungsi, namun seluruhnya dapat pulang karena hanya menderita luka ringan.

Kerusakan Materiil dan Upaya Mediasi

Selain korban luka, bentrokan juga menyebabkan kerusakan materiil. Truk yang ditumpangi warga Kampung Jagaita mengalami pecah kaca pada bagian depan. Untungnya, kasus ini telah diselesaikan melalui mediasi oleh tokoh masyarakat setempat.

"Semalam telah dilaksanakan pertemuan tokoh-tokoh masyarakat dari dua dusun tersebut. Masalah kesalahpahaman ini telah diselesaikan secara kekeluargaan," pungkas Kapolsek Hida Tjahjono. Upaya damai ini diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga