Balas Dendam Unik di Guangzhou: Pria Putar Cerita Hantu 10 Jam ke Tetangga
Seorang pria di Guangzhou, China, menjadi sorotan publik setelah melakukan aksi tak biasa untuk membalas dendam kepada tetangganya. Alih-alih melakukan konfrontasi langsung, pria bermarga Lu itu justru memutar rekaman cerita hantu selama lebih dari 10 jam setiap hari melalui pengeras suara yang ditempatkan tepat di dinding pembatas rumah.
Kasus Diungkap Kementerian Kehakiman China
Kasus ini diungkap secara resmi oleh Kementerian Kehakiman Republik Rakyat China, yang menyoroti metode balas dendam yang tidak konvensional ini. Sebagaimana dilansir dari South China Morning Post (SCMP) pada Jumat, 3 April 2026, Lu bersama rekan serumahnya, yang bermarga Li, diketahui terlibat dalam perselisihan yang berkepanjangan dengan tetangga mereka, seorang pria bermarga Xie.
Perselisihan antara kedua pihak ini diduga telah berlangsung cukup lama, namun Lu memilih cara yang unik dan mengganggu untuk mengekspresikan kekecewaannya. Dengan menempatkan pengeras suara di dinding yang memisahkan properti mereka, ia secara konsisten memutar rekaman cerita hantu yang menakutkan, menciptakan lingkungan yang tidak nyaman bagi Xie dan kemungkinan penghuni lain di sekitarnya.
Aksi ini berlangsung setiap hari dengan durasi yang melebihi 10 jam, menunjukkan tingkat ketekunan yang luar biasa dari Lu dalam melaksanakan balas dendamnya. Metode seperti ini tidak hanya mengganggu ketenangan tetangga tetapi juga dapat dianggap sebagai bentuk pelecehan psikologis, yang dalam banyak yurisdiksi termasuk China, dapat memiliki konsekuensi hukum.
Kementerian Kehakiman China, dengan mengungkap kasus ini, mungkin ingin menyoroti pentingnya menyelesaikan konflik tetangga secara damai dan legal, daripada menggunakan taktik yang dapat memperburuk situasi. Insiden ini juga mengingatkan masyarakat tentang betapa pentingnya menjaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitar, terutama dalam lingkungan perumahan yang padat seperti di kota-kota besar China.
Kasus balas dendam dengan "suara hantu" ini menjadi contoh ekstrem dari bagaimana perselisihan pribadi dapat berkembang menjadi gangguan publik. Para ahli menyarankan bahwa dalam situasi konflik, lebih baik mencari mediasi atau bantuan hukum daripada mengambil tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.



