Seorang bocah berinisial MWP (6) menjadi korban bullying oleh dua remaja berinisial R (18) dan L (14) di Taman Kramat Pulo, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, pada Minggu (7/6/2026). Salah satu terduga pelaku, R, mengaku kesal karena korban diduga berbuat iseng terhadap dirinya. Ia mengklaim tindakan tersebut merupakan luapan emosi atas perbuatan korban. Hal itu diungkapkan ibu MWP, Vira Ismayanti (26) di kediamannya, Kamis (11/6/2026).
"Katanya sih korban duluan yang iseng. Katanya sih pegang-pegang jenis kelamin dia gitu. Soalnya kan dia awalnya katanya enggak terima ya kalau diisengin duluan gitu," kata Vira.
Meski demikian, Vira tidak langsung percaya pada pengakuan tersebut. Pasalnya, berdasarkan rekaman CCTV yang dilihatnya, MWP tidak melakukan tindakan seperti yang dituduhkan R. "Ternyata saya lihat CCTV tuh enggak ada kayak gitu," ujar Vira. Vira mengungkapkan dirinya dan suami menolak berdamai dengan keluarga pelaku meski mereka telah meminta maaf secara langsung. Ia memastikan akan melanjutkan kasus tersebut ke jalur hukum dan berharap pelaku segera ditangkap. "Enggak, oh enggak (damai)," kata Vira. "Kalau diproses sih sudah diproses ya, sudah secara hukum juga. Saya sih pengen cepat-cepat pelakunya ditangkap, secepatnya gitu," sambungnya.
Kronologi Bocah Dibully hingga Kesetrum Tiang Listrik
Sebelumnya, MWP ditemukan tak sadarkan diri di dekat tiang listrik setelah diduga menjadi korban perundungan di Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat. Peristiwa itu terekam kamera CCTV dan videonya viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, korban yang mengenakan pakaian merah terlihat dipegang dan diangkat oleh dua remaja. Korban tampak berusaha melepaskan diri, namun gagal. Tak lama kemudian, ia terjatuh dan kehilangan kesadaran.
Dua remaja yang diduga terlibat dalam kejadian itu kemudian meninggalkan lokasi. Sejumlah warga tampak berada di sekitar taman saat peristiwa terjadi. Tak lama berselang, seorang pria mendatangi korban dan menjauhkannya dari tiang tersebut. Korban kemudian mendapat pertolongan sebelum dibawa ke rumah sakit.
Ibu korban, Vira Ismayanti, menegaskan pihak keluarga akan melanjutkan proses hukum. Ia berharap pelaku segera ditangkap dan diadili sesuai dengan perbuatannya. Kasus ini menjadi perhatian publik karena kekerasan yang dialami oleh bocah berusia 6 tahun tersebut.



