KOMPAS.com - Penangkapan Dadan Hindayana bersama dua wakilnya oleh Kejaksaan Agung atas dugaan korupsi hanya sehari setelah dicopot dari jabatan Kepala dan Wakil Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) merupakan babak baru dari permasalahan MBG (Makan Bergizi Gratis). Padahal, pelaksanaan MBG di sekolah-sekolah pun sudah carut-marut dengan berbagai kasus makanan basi hingga keracunan.
Masalah Baru: Pembayaran Pengelola Dapur
Kini, muncul pula tuntutan dari sejumlah pengelola SPPG (dapur) MBG yang mengaku belum mendapat bayaran sehingga memilih menutup operasionalnya. Hal ini menambah daftar panjang problematika yang membelit program andalan pemerintah tersebut.
Pendapat Guru Besar UGM
Menanggapi problematika ini, Guru Besar Manajemen dan Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM), Prof. Dr. Phil. Gabriel Lele, S.IP., M.Si., berpendapat bahwa kasus hukum yang menjerat eks pimpinan BGN adalah puncak dari akumulasi masalah tata kelola yang telah terjadi sejak awal MBG dijalankan.
Menurut Prof. Gabriel, berbagai persoalan seperti makanan basi, keracunan, dan keterlambatan pembayaran menunjukkan lemahnya sistem pengawasan dan manajemen program. Ia menekankan perlunya perbaikan menyeluruh dalam tata kelola MBG agar tujuan program dapat tercapai tanpa terkendala oleh masalah administrasi dan hukum.



