Bobby Nasution Kelakar soal 'Ongkos di Muka' sebelum Bupati Langkat di-OTT KPK
Bobby Kelakar 'Ongkos di Muka' sebelum Bupati Langkat di-OTT

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution melontarkan candaan tentang Bupati Langkat Syah Afandin atau Ondim beberapa pekan sebelum Ondim terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Sumatera Utara pada Kamis (2/7/2026). Dalam acara pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN se-Sumatera Utara di IKM Hall Deli Husada, Deliserdang, Minggu (14/6/2026), Bobby yang hadir bersama Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan menyebut Ondim adalah singkatan dari 'Ongkos di Muka'.

Bobby: Ondim Itu Singkatan Ongkos di Muka

Saat memberikan sambutan, Bobby bertanya kepada para kader PAN apakah mereka sudah tahu kepanjangan nama panggilan Ondim. 'Udah tahu ya? Tahu? Bagi yang belum tahu, On-Dim itu singkatan dari 'Ongkos Di Muka',' kata Bobby disambut gelak tawa para kader, seperti terekam dalam video yang diunggah di Instagram. Ia melanjutkan candaannya dengan menyinggung apakah istilah itu juga berlaku saat pemilihan ketua di daerah masing-masing. 'Jadi, tadi yang maju-maju di depan ini tadi tum (Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan), yang dilantik sekaligus sama Bang On-Dim tadi perlu kita tanya juga tadi satu-satu ini. Berlaku enggak nama On-Dim tadi pas mau mendapatkan ketua Kabupaten/Kota tadi,' ungkap politikus Gerindra tersebut.

Bobby Puji Acara Lebih Besar

Bobby kemudian menutup guyonannya dengan memuji pelaksanaan acara pelantikan yang dinilai lebih besar dibanding lokasi kegiatan sebelumnya. 'Luar biasa Bang On-Dim. Kami kira tadi acaranya di Deli Serdang, di tempat yang dulu. Kalau tempat-tempat yang dulu, kita bilang Bang On-Dim jangan di sana. Itu terlalu kecil,' sebut menantu Presiden ketujuh RI Joko Widodo itu. Acara tersebut juga melantik Syah Afandin sebagai Ketua DPW PAN Sumatera Utara, didampingi Dedy Irawan (Sekretaris) dan Mora Harahap (Bendahara), serta sejumlah pengurus DPD PAN kabupaten/kota.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

KPK OTT Bupati Langkat dan 6 Orang Lain

Pada Kamis (2/7/2026), KPK mengamankan Syah Afandin bersama setidaknya enam orang dalam OTT di beberapa kota di Sumatera Utara. Mereka diduga terlibat suap terkait proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat. KPK menemukan uang ratusan juta rupiah dalam operasi tersebut. Seluruh tersangka telah dibawa ke markas KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

PAN Nonaktifkan Ondim dari Ketua DPW

Menanggapi OTT tersebut, DPP PAN menonaktifkan Syah Afandin dari jabatan Ketua DPW PAN Sumut. 'PAN telah menonaktifkan Syah Afandin sebagai Ketua DPW PAN Sumatera Utara dan kepemimpinan PAN Sumatera Utara diambil alih oleh DPP PAN,' kata Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi, Jumat (3/7/2026). Ia menegaskan pelanggaran hukum itu merupakan tanggung jawab pribadi karena bertentangan dengan platform dan Garis Perjuangan PAN. 'PAN memohon maaf atas kasus pelanggaran hukum dari kadernya. PAN akan terus melakukan pembinaan watak dan karakter kader serta meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam menjalankan tugasnya,' ujarnya.

Hingga kini, KPK masih mendalami kasus tersebut dan memeriksa sejumlah pihak yang diamankan. Belum ada pernyataan resmi dari Pemprov Sumut mengenai jalannya pemerintahan di Langkat pasca-penangkapan bupati.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga