Serangan militan di proyek pertambangan tembaga dan emas di provinsi Balochistan, Pakistan barat daya, menewaskan sedikitnya 10 orang. Insiden ini menjadi kekerasan terbaru di wilayah yang dilanda gerakan separatis bersenjata.
Kronologi Serangan
Sekitar 40 militan menggunakan sepeda motor dan kendaraan lain menyerbu lokasi proyek milik perusahaan Pakistan National Resources Private Limited (NRL) di daerah Darigwan, distrik Chagai, pada Rabu (22/4) waktu setempat.
"Serangan itu menewaskan sepuluh orang, termasuk tujuh pekerja dan tiga personel keamanan," ujar seorang pejabat pemerintah setempat yang dikutip AFP, Kamis (23/4/2026).
Pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang berbicara kepada media, menambahkan bahwa ada laporan belum dikonfirmasi mengenai penyanderaan beberapa karyawan oleh militan. Seorang pejabat polisi setempat juga mengonfirmasi detail serangan tersebut secara anonim.
Respons Perusahaan dan Keamanan
Perusahaan NRL mengakui terjadinya serangan pada Rabu malam dan menyatakan bahwa pasukan keamanan merespons dengan cepat serta telah mengamankan daerah tersebut.
Hingga saat ini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan. Namun, kelompok separatis etnis lokal telah meningkatkan serangan di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di proyek pertambangan.
Latar Belakang Konflik Balochistan
Balochistan merupakan provinsi termiskin dan terbesar di Pakistan berdasarkan luas wilayah. Provinsi ini tertinggal dari daerah lain dalam hampir semua indeks pembangunan, termasuk pendidikan, lapangan kerja, dan ekonomi.
Para separatis Baloch menuduh pemerintah Pakistan mengeksploitasi gas alam dan sumber daya mineral yang melimpah di provinsi tersebut tanpa memberikan manfaat bagi penduduk setempat.
Tentara Pembebasan Baloch (BLA), kelompok separatis bersenjata paling aktif di provinsi itu, pada Februari lalu melancarkan serangkaian serangan serentak yang menewaskan lebih dari 190 orang.



