Kemenhut RI dan Norwegia Perkuat Kerja Sama dengan Peluncuran Fase Keempat Dana Masyarakat untuk Lingkungan
Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bersama Pemerintah Norwegia secara resmi mempererat kemitraan bilateral mereka melalui peluncuran fase keempat program Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan. Inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam mendukung upaya Indonesia mencapai target ambisius Forestry and Other Land Use Net Sink 2030.
Apresiasi dan Komitmen Diplomasi Lingkungan
Dalam konferensi pers di Jakarta, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja sama yang terjalin dengan Norwegia. Ia menyambut hangat kehadiran Menteri Pembangunan Internasional Norwegia, Åsmund Aukrust, dan menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bukti nyata diplomasi lingkungan yang berdampak langsung ke akar rumput.
"Hari ini, dengan bangga bersama Menteri Åsmund Aukrust, kami meluncurkan inisiatif yang sudah berjalan untuk keempat kalinya, yaitu Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan," kata Menhut Raja Juli Antoni, seperti dikutip dari Antara.
Program ini didukung melalui mekanisme pendanaan berbasis hasil atau Result Based Contribution, sebuah model kerja sama internasional yang mengapresiasi capaian nyata dalam pengurangan emisi karbon. Menteri Åsmund Aukrust turut menyoroti pentingnya aliansi ini dalam menghadapi krisis iklim global.
"Ini adalah kerja sama yang kita banggakan. Di dalamnya adalah komitmen untuk ekonomi yang berkelanjutan dan masa depan yang berkelanjutan," tuturnya.
Dampak Signifikan dan Target Fase Keempat
Rekam jejak program ini menunjukkan hasil yang mengesankan. Hingga berakhirnya periode ketiga, total dana yang telah disalurkan mencapai Rp 19,31 miliar, memberdayakan 561 kelompok masyarakat dan menyentuh 31.512 penerima manfaat di 36 provinsi di Indonesia.
Untuk fase keempat ini, alokasi dana ditetapkan sebesar Rp 7 miliar. Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa target penerima manfaat diproyeksikan mencakup ratusan kelompok baru dengan inisiatif pelestarian lingkungan.
"Dana yang dialokasikan untuk kali ini adalah Rp 7 miliar dan nanti kira-kira kita akan menargetkan penerima grant ini sebanyak 200 penerima," jelasnya. Meski demikian, Menhut berharap adanya peningkatan anggaran yang signifikan pada periode selanjutnya agar dampaknya lebih masif.
"Sekali lagi, saya merasa angka ini masih terlalu kecil, mungkin tahun depan bisa kita buat double untuk fase kelima," tambah Raja Juli Antoni.
Akses Mudah dan Tema Utama Program
Pelaksanaan fase keempat dirancang agar lebih mudah diakses oleh publik. Masa pengajuan usulan kegiatan dibuka secara resmi dari tanggal 12 hingga 19 Februari 2026. Kemenhut telah memodernisasi proses pendaftaran melalui sistem daring di laman resmi layanan-dana-masyarakat.bpdlh.id.
Proposal yang masuk akan diproses melalui mekanisme seleksi yang ketat namun transparan, dikelola oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup. Program ini difokuskan pada tiga tema utama:
- FOLU Goes to School: Edukasi dan pelibatan generasi muda dalam agenda pelestarian lingkungan.
- FOLU Terra: Peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui kegiatan produktif berbasis kelestarian lingkungan.
- FOLU Biodiversity: Dukungan upaya konservasi dan pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.
Layanan Dana Masyarakat ini dirancang sebagai skema pendanaan inklusif yang menargetkan pembangunan masyarakat, memberikan dukungan finansial kepada lembaga nirlaba lokal, komunitas masyarakat adat, hingga universitas. Dengan ini, kerja sama Indonesia-Norwegia terus menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan perlindungan lingkungan hidup.



