Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan bahwa masinis Kereta Api Argo Bromo Anggrek sempat melakukan pengereman dan memperbanyak penggunaan Semboyan 35 sebelum insiden tabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada 27 April 2026. Prosedur ini dilakukan setelah masinis menerima informasi dari pusat pengendali operasi mengenai adanya temperan atau tabrakan di jalur depan. Setelah itu, masinis diminta mengurangi kecepatan dan memperbanyak penggunaan Semboyan 35 sebagai langkah kewaspadaan.
Penjelasan KNKT tentang Semboyan 35
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan bahwa masinis tidak mengetahui kondisi lapangan secara pasti, hanya diberi tahu bahwa ada temperan di depan. Ia kemudian melakukan pengereman dan memperbanyak Semboyan 35. Dalam dunia perkeretaapian Indonesia, Semboyan 35 merupakan sinyal suara berupa bunyi klakson atau suling lokomotif yang dibunyikan panjang oleh masinis. Biasanya, semboyan ini digunakan untuk menjawab kondektur dan PPKA bahwa kereta siap diberangkatkan, serta untuk memperingatkan orang atau hewan di perlintasan rel.
Aturan dan Fungsi Semboyan 35
Semboyan 35 termasuk dalam kategori semboyan suara yang menjadi bagian penting sistem keselamatan perjalanan kereta api. Terdapat marka khusus bernama Semboyan 8K berupa papan bertuliskan S.35 yang menandakan masinis wajib membunyikan klakson di titik tersebut. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya prosedur ini dalam menjaga keselamatan perjalanan.
Pengereman Sejauh 1,3 Kilometer
Selain memperbanyak Semboyan 35, masinis juga telah melakukan pengereman pelan sekitar 1,3 kilometer sebelum lokasi tabrakan. Soerjanto menegaskan bahwa pengereman dilakukan setelah masinis menerima informasi adanya temperan di depan. Meskipun langkah-langkah tersebut telah diambil, KNKT menekankan bahwa penyebab utama kecelakaan masih dalam proses investigasi. Tim investigasi saat ini masih mengumpulkan dan menganalisis berbagai data teknis dan operasional untuk mengetahui rangkaian pasti penyebab kecelakaan. Hasil akhir investigasi diperkirakan baru dapat disimpulkan dalam dua hingga tiga bulan ke depan.



