Sanca Raksasa Muncul di Toko Sembako Bogor, Damkar Bergerak Cepat
Kejadian tak terduga terjadi di sebuah toko sembako di wilayah Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Seekor ular sanca dengan panjang mencapai sekitar tiga meter ditemukan bersembunyi di bawah lemari pendingin atau freezer tempat penyimpanan es krim. Penemuan ini tentu saja membuat geger para pegawai toko dan warga sekitar.
Laporan dari Pegawai Toko yang Ketakutan
Menurut keterangan dari Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, keberadaan ular tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang karyawan toko. Saat sedang melakukan kegiatan bersih-bersih rutin, karyawan tersebut secara tidak sengaja melihat sosok ular yang sangat besar bersembunyi di area bawah freezer.
"Karena merasa sangat takut dengan ukuran ular yang tidak biasa, karyawan tersebut segera meminta bantuan kepada tetangga terdekat untuk menghubungi tim Damkar," jelas Yudi Santosa pada Minggu (15/2/2026).
Tim Damkar Diterjunkan untuk Evakuasi
Mendapat laporan tersebut, pihak Damkar tidak menunggu lama. Sebanyak empat personil khusus dari unit pertolongan dan pemadaman segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan proses evakuasi. Operasi penyelamatan ini dikategorikan sebagai evakuasi ular sanca (phyton reticulatus) yang termasuk dalam jenis pertolongan darurat.
Proses evakuasi berjalan dengan lancar dan relatif cepat. Dalam waktu sekitar 15 menit sejak kedatangan tim, ular sanca sepanjang tiga meter tersebut berhasil diamankan. "Evakuasi dilakukan selama 15 menit tanpa mengalami kendala berarti," tegas Yudi Santosa. Ular yang telah dievakuasi kemudian dibawa ke markas komando (mako) Damkar yang berlokasi di Cibinong untuk penanganan lebih lanjut.
Jenis Ular dan Potensi Bahaya
Ular sanca retikulatus (phyton reticulatus) yang ditemukan ini dikenal sebagai salah satu spesies ular terpanjang di dunia. Meskipun umumnya tidak agresif terhadap manusia, keberadaan ular berukuran besar di area pemukiman atau tempat usaha seperti toko sembako tentu dapat menimbulkan kepanikan dan potensi bahaya, terutama jika warga tidak tahu cara menanganinya dengan benar.
Kejadian ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi dengan instansi terkait seperti Damkar ketika menemui situasi darurat serupa. Warga diimbau untuk tidak mencoba menangani sendiri hewan liar yang berpotensi berbahaya, melainkan segera melaporkan kepada pihak berwenang yang memiliki peralatan dan keahlian memadai.



