Presiden Prabowo Subianto mengunjungi korban kecelakaan tabrakan kereta api yang tengah menjalani perawatan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, pada Selasa (28/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kepala Negara menegaskan agar seluruh korban mendapatkan pelayanan medis yang optimal.
Perintah Presiden untuk Pelayanan Terbaik
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang mendampingi Presiden, menyampaikan bahwa Prabowo memberikan instruksi tegas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para korban. “Bapak Presiden menjenguk tadi, tentu yang pertama beliau memberikan petunjuk untuk seluruh korban yang dirawat untuk diberikan pelayanan yang terbaik,” ujarnya di Bekasi.
Selain itu, Presiden juga berdiskusi dengan Kepala RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid mengenai penanganan korban dan kebutuhan alat kesehatan di rumah sakit tersebut. “Kemudian juga beliau menyempatkan untuk sedikit berdiskusi, mendengar masukan dari Kepala Rumah Sakit terhadap penanganan korban dan kebutuhan peralatan-peralatan di rumah sakit,” tambah Prasetyo.
Investigasi dan Pencegahan Kecelakaan Serupa
Presiden Prabowo memerintahkan jajaran terkait untuk melakukan investigasi mendalam serta mengambil langkah-langkah pencegahan agar kecelakaan serupa tidak terulang. Salah satu solusi yang diusulkan adalah pembangunan flyover di sejumlah perlintasan kereta api. “Jadi secara teknologi, kemudian tadi juga beliau sempat mengecek tahun pembuatan dari kereta-kereta kita, dan juga beliau memutuskan untuk kita diminta menangani kurang lebih ada 1.800 perlintasan kereta api yang harus dijaga atau dibuatkan semacam flyover,” jelas Prasetyo.
Prasetyo juga menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam atas kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur pada malam sebelumnya. Setelah menjenguk korban, Presiden dijadwalkan melanjutkan kunjungan kerja ke Jawa Tengah. “Dan hari ini Bapak Presiden pagi ini menyempatkan untuk menjenguk para korban di RSUD Bekasi sebelum Bapak Presiden akan bertolak ke luar kota untuk melaksanakan beberapa agenda kunjungan kerja,” tuturnya.
Korban Meninggal Bertambah Menjadi 14 Orang
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia akibat tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyiding, mengungkapkan bahwa hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. “Berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut,” kata Bobby dalam keterangan resmi.
Selain itu, sebanyak 84 orang yang mengalami luka-luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan keselamatan perkeretaapian, termasuk dengan mengalokasikan dana perbaikan perlintasan. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan di masa depan.



