Indonesia akan segera memiliki observatorium terbesar di Asia Tenggara. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan bahwa fasilitas ini akan dibangun di lereng Gunung Timau, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Observatorium ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengamatan antariksa yang paling maju di Asia. Selain itu, observatorium ini akan dilengkapi dengan teleskop terbesar di Asia Tenggara dan terletak di kawasan khatulistiwa.
Target Operasi Penuh
Ketua BRIN, Arif Hidayat, menyatakan bahwa teleskop tersebut ditargetkan segera rampung dan dapat beroperasi penuh. “Kami ingin teleskop ini segera dirampungkan dan beroperasi penuh, karena akan menjadi fasilitas strategis bagi penguatan riset antariksa Indonesia. Sekaligus mendukung pengembangan spaceport nasional di Biak Papua,” kata Arif dalam rilis resmi BRIN pada Kamis (7/5/2026).
Fasilitas Strategis untuk Riset
Observatorium ini diharapkan dapat memperkuat riset antariksa Indonesia. Dengan lokasi di khatulistiwa, observatorium ini memungkinkan pengamatan langit yang lebih optimal. BRIN juga berencana mengintegrasikan fasilitas ini dengan pengembangan spaceport di Biak, Papua, untuk mendukung misi luar angkasa di masa depan.
Proyek ini merupakan langkah besar bagi Indonesia dalam bidang astronomi dan teknologi antariksa. Observatorium ini tidak hanya akan menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga akan menarik perhatian ilmuwan internasional untuk melakukan penelitian di Indonesia.



