Kepolisian mulai mendalami kecelakaan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Penyidik kepolisian akan menyelidiki sejumlah aspek untuk mengungkap penyebab insiden tersebut.
Empat Faktor Utama yang Didalami
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin menyatakan ada empat faktor yang menjadi fokus penyelidikan. "Pertama human error, yang kedua faktor kendaraan, yang ketiga faktor jalan, yang keempat faktor cuaca," ujarnya pada Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa pihaknya akan mendalami kondisi cuaca saat kejadian, kondisi jalan, serta ada atau tidaknya kelalaian dari pengendara. Polisi memusatkan perhatian pada kecelakaan yang terjadi di perlintasan sebidang.
Fokus pada Perlintasan Sebidang
"Kalau kita fokus dengan kendaraan di perlintasan sebidang ya. Kalau itu mungkin dari KNKT, ya nanti yang akan turun untuk masalah kereta api. Kita fokus di perlintasan sebidang, kejadian awal terjadinya kecelakaan antara kereta dengan taksi. Di sinilah nanti akan kita ungkap empat faktor penyebab kecelakaan," jelas Komarudin.
Secara keseluruhan, Tim Traffic Accident Analysis (TAA) dari Korlantas Polri telah bergerak untuk menyelidiki penyebab kecelakaan. "Ya bisa jadi human error, bisa jadi faktor jalan, bisa jadi faktor kendaraan. Ini masih dalam kajian ataupun penelitian dari tim TAA," sebutnya.
Pemeriksaan Pengemudi Taksi Masih Berlangsung
Sementara itu, pemeriksaan terhadap pengemudi taksi yang terlibat masih dilakukan. Polisi belum bisa memutuskan pemicu kecelakaan terjadi. "Belum bisa diputuskan, belum bisa disimpulkan apakah dari mobil, apakah dari sopir, ataukah ada faktor lain. Ini masih kita... karena ini tempat kejadian perkaranya berada di lintasan sebidang, ya," ujar Komarudin.
"Ada ketentuan-ketentuan di sana terkait dengan masalah palang perlintasan, kondisi jalan seperti apa, itu yang nanti masih akan kita kaji. Nanti hasil TAA nanti yang akan melihat itu semua," tambahnya.



