KUALA LUMPUR - Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) untuk korban insiden kapal tenggelam yang mengangkut migran Indonesia di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, resmi dihentikan pada Sabtu (16/5/2026). Operasi ditutup setelah berlangsung selama enam hari penuh.
Operasi Dihentikan Tanpa Temuan Baru
Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Perak dalam keterangan resminya menyebutkan bahwa operasi dihentikan pada pukul 19.00 waktu setempat. Keputusan ini diambil setelah tidak ditemukan perkembangan signifikan maupun penemuan baru di area pencarian selama beberapa hari terakhir.
Korban yang Berhasil Ditemukan
Hingga operasi berakhir, total 39 korban telah berhasil ditemukan. Dari jumlah tersebut, 23 orang dinyatakan selamat dan telah mendapatkan perawatan medis, sementara 16 lainnya dinyatakan meninggal dunia. Proses identifikasi korban masih terus dilakukan oleh otoritas setempat bekerja sama dengan pihak Indonesia.
- Total korban ditemukan: 39 orang
- Korban selamat: 23 orang
- Korban meninggal: 16 orang
Operasi SAR yang melibatkan berbagai pihak tersebut telah berlangsung sejak kapal dilaporkan tenggelam pada awal pekan lalu. Tim SAR gabungan dari Malaysia dan Indonesia dikerahkan untuk mencari para korban di perairan sekitar Pulau Pangkor.
Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia untuk memastikan proses evakuasi dan pemulangan korban berjalan lancar. Bantuan konsuler juga diberikan kepada keluarga korban yang berada di Malaysia maupun di Indonesia.
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal-kapal yang mengangkut penumpang secara ilegal. Otoritas kedua negara diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan kerja sama untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.



