Misteri Uang Berceceran di Bogor Terpecahkan, Pemiliknya Ditemukan Damkar
Misteri Uang Berceceran di Bogor Terpecahkan

Misteri Uang Berceceran di Jalan Tegar Beriman Bogor Akhirnya Terungkap

Insiden uang berceceran yang sempat viral di media sosial di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Bogor, telah menemui titik terang. Pemilik uang tersebut, bernama Miftah, berhasil diidentifikasi dan uangnya telah dikembalikan setelah melalui proses verifikasi yang ketat oleh petugas pemadam kebakaran setempat.

Viral di Media Sosial dan Kebingungan Warga

Pada Sabtu, 14 Februari 2026, video yang menunjukkan uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu berceceran di jalanan tersebut beredar luas di platform media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat sejumlah warga tampak kebingungan sambil mengambil dan merapikan uang yang berserakan. Tidak ada seorang pun yang mengaku sebagai pemiliknya, sehingga warga memutuskan untuk menyerahkan uang tersebut kepada petugas pemadam kebakaran yang kebetulan melintas di lokasi.

Kadis Damkar Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengonfirmasi bahwa peristiwa ini terjadi sekitar pukul 22.00 WIB pada Jumat, 13 Februari 2026. Saat itu, petugas damkar sedang dalam perjalanan pulang ke kantor setelah menyelesaikan tugas evakuasi di luar. "Sudah saya konfirmasi, memang tidak dalam bentuk laporan ya. Jadi memang semalam sekitar jam 10 pulang dari kegiatan di luar evakuasi, pas mutar daerah BPBD, ada orang yang lagi kumpul," jelas Yudi kepada wartawan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Proses Pengamanan dan Pencarian Pemilik

Petugas damkar menemukan bahwa warga dan pengemudi ojek online sedang kebingungan dengan dompet dan uang tunai yang mereka pegang. Sebagian uangnya bahkan telah diambil oleh orang lain yang tidak dikenal. "Diamankan sama driver ojek, kemudian bingung mau dikasih ke mana. Kebetulan teman-teman damkar lewat, mereka akhirnya percaya ke damkar," ujar Yudi.

Uang tersebut kemudian dibawa ke kantor pusat damkar di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Bogor. Petugas tidak menghitung nominal uang secara detail, tetapi langsung mengamankannya untuk keamanan. Yudi menyebutkan bahwa di dompet yang ditemukan terdapat STNK dan uang, dengan alamat terdaftar di Nambo. "Sampai siang ini belum ada yang datang. Cuma ada STNK sama uang, alamatnya di Nambo kalau di STNK motor," katanya.

Ia mengimbau siapa pun yang merasa kehilangan untuk segera datang ke kantor damkar dengan membawa bukti kepemilikan yang valid. "Makanya kita tidak buka juga, pembuktiannya nanti misalnya motor harus bawa motornya, KTP-nya biar jelas," tegas Yudi.

Uang Dikembalikan Setelah Verifikasi Ketat

Pada Minggu, 15 Februari 2026, pemilik uang akhirnya ditemukan. Yudi Santosa mengonfirmasi bahwa uang telah diserahkan kembali kepada Miftah sekitar pukul 10.00 WIB. "Sudah, sudah ada, pemiliknya datang dan (uang) sudah diserahkan. Betul, hari ini diserahkan, tadi sekitar jam 10-an. Pemiliknya atas nama Miftah," kata Yudi.

Proses verifikasi dilakukan dengan mencocokkan beberapa bukti, termasuk STNK yang ada di dompet dengan motor yang dibawa oleh Miftah. "Kita memperkuatkan itu dari namanya, fotonya, jadi di dompet itu kan ada foto sama STNK dan uang. Nah yang memperkuat kalau itu punya dia, salah satunya STNK motor. STNK itu atas nama orang tuanya, motornya baru beli akhir tahun 2025. Nah, motornya itu dibawa juga ke Damkar, kemudian dicocokkan sama STNKnya, sama," papar Yudi.

Selain itu, terdapat foto dan petunjuk nama di dompet yang memperkuat klaim kepemilikan. "Kemudian ada foto, ada petunjuk namanya di dompet itu juga. Jadi menurut kami sudah valid, sudah sesuai," lanjutnya.

Asal Usul Uang dan Jumlah yang Tidak Diketahui

Menurut penjelasan Yudi, uang tersebut merupakan milik Miftah yang jatuh saat ia dalam perjalanan pulang dari bekerja. Miftah dikabarkan baru saja menghadiri pertemuan dengan klien, meskipun detail pekerjaannya tidak diungkapkan. "Dia itu habis pulang kerja ada kaya meeting lah sama kliennya gitu lah, tapi dia nggak sebutin apa kerjanya, di mana. Jadi hari itu dia perjalanan pulang, uangnya di dompet, nggak bawa tas, jadi dompetnya itu jatuh," cerita Yudi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Petugas damkar tidak mengejar informasi lebih lanjut mengenai jumlah pasti uang yang hilang atau detail pribadi Miftah. "Nggak, kita nggak kejar kesana pertanyaan-pertanyaannya. Selain itu, kita juga nggak ngejar (tanyakan) jumlah pasti uangnya," imbuhnya. Insiden ini menjadi pelajaran tentang pentingnya kehati-hatian dalam membawa barang berharga dan peran positif masyarakat serta petugas dalam mengamankan aset yang hilang.