Tragedi Longsor Sampah di Bantargebang: Empat Tewas, Puluhan Korban Diperkirakan Tertimbun
Insiden longsor sampah yang terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, telah menelan korban jiwa. Empat orang dilaporkan tewas akibat tertimbun material sampah yang runtuh secara tiba-tiba. Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo, menyatakan bahwa berdasarkan data sementara, jumlah korban diperkirakan mencapai sekitar 10 orang, yang terdiri dari lima sopir truk sampah dan lima warga sekitar yang beraktivitas sebagai pemulung.
Proses Evakuasi Masih Berlangsung Intensif
Hingga saat ini, proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur. Tim gabungan dari TNI-Polri, BPBD Kota Bekasi, BPBD DKI Jakarta, Basarnas Kota Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar Kota Bekasi, PMI, relawan, serta aparat Kecamatan Bantargebang dan Kelurahan Sumur Batu bekerja sama untuk menangani situasi darurat ini. Alat berat seperti ekskavator telah dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian di lokasi kejadian.
Identitas Korban Tewas dan Selamat
Polisi telah mengidentifikasi keempat korban tewas dalam tragedi ini. Mereka adalah:
- S (60 tahun), seorang pedagang kopi di lokasi TPST.
- EW (26 tahun), yang bekerja sebagai pemulung.
- DS (22 tahun), sopir truk asal Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara.
- IS (40 tahun), yang juga berprofesi sebagai sopir truk.
Selain itu, dua orang sopir truk berinisial J dan R dilaporkan selamat dari insiden longsor tersebut. Proses pendataan korban dan kerugian materi masih dilakukan oleh pihak berwenang untuk memberikan gambaran lebih lengkap mengenai dampak kejadian ini.
Kronologi Kejadian dan Respons Cepat Petugas
Peristiwa longsor terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Kejadian ini pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang sedang melakukan kontrol keamanan di area TPST setelah beristirahat di warung kopi. Saksi mendengar teriakan warga mengenai adanya longsor, kemudian melihat gunungan sampah tiba-tiba runtuh menutup jalan serta menimpa warung dan beberapa truk sampah.
Informasi segera disebarkan melalui grup komunikasi keamanan TPST, sehingga petugas dapat langsung menuju lokasi. Anggota piket Polsek Bantargebang yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan, pendataan korban, serta membantu proses evakuasi.
Pimpinan Polri Turun Langsung ke Lokasi
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, bersama Wakapolda Metro Jaya, Dekananto Eko Purwono, turun langsung ke lokasi untuk meninjau proses evakuasi. Mereka memastikan bahwa penanganan korban berjalan maksimal dan memberikan arahan kepada personel gabungan agar fokus pada pencarian korban yang diduga masih tertimbun longsoran sampah.
Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh polisi untuk mengungkap penyebab pasti longsor sampah di TPST Bantargebang ini. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghindari area berbahaya di sekitar lokasi kejadian hingga proses evakuasi dinyatakan selesai.
