Ledakan Trotoar di Bali Diduga Akibat Kebocoran BBM dari SPBU Terdekat
Ledakan Trotoar Bali Diduga Akibat Kebocoran BBM SPBU

Ledakan Trotoar di Bali Diduga Akibat Kebocoran Bahan Bakar Minyak dari SPBU

Sebuah insiden ledakan terjadi di trotoar Jalan Raya Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali. Kejadian ini diduga kuat disebabkan oleh kebocoran bahan bakar minyak (BBM) dari sebuah SPBU yang berlokasi di dekat tempat kejadian perkara (TKP). Polisi telah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab pasti ledakan yang menggemparkan warga setempat.

Deteksi Bau Menyengat dan Kandungan Minyak di Air

Polsek Abiansemal bersama Tim Identifikasi Polres Badung segera bergerak cepat setelah laporan ledakan diterima. Mereka mendeteksi bau bahan bakar yang sangat menyengat di sekitar lokasi. Selain itu, tim polisi juga menemukan kandungan minyak pada sampel air yang mengalir dari ventilasi dekat SPBU hingga ke area toko-toko di sekitarnya. Temuan ini menguatkan dugaan awal bahwa kebocoran BBM menjadi pemicu ledakan.

Kapolsek Abiansemal, Kompol I Nyoman Karang Adiputra, menjelaskan bahwa hasil olah TKP menunjukkan adanya rembesan atau kebocoran BBM yang masuk ke dalam gorong-gorong tertutup. "Kami juga menemukan adanya septic tank tepat di bawah trotoar depan salon yang mengalami kerusakan paling parah," ujarnya, seperti dilansir dari sumber terpercaya. Keberadaan septic tank ini diduga berkontribusi pada intensitas ledakan yang terjadi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Ledakan dan Kerusakan yang Ditimbulkan

Ledakan terjadi pada hari Jumat, 17 April 2026, sekitar pukul 08.50 Wita. Saat kejadian, warga melaporkan terdengar dentuman keras dari depan SPBU, diikuti dengan munculnya asap dan debu dari dalam gorong-gorong. Kompol Karang menambahkan bahwa kerusakan beton penutup gorong-gorong akibat ledakan ini diperkirakan mencapai panjang 25 meter ke arah selatan dari titik terparah, dimulai dari area depan SPBU.

"Tadi pagi sekitar jam 08.50 Wita muncul suara ledakan cukup keras dari depan SPBU, kemudian keluar asap dari got dan langsung kami tangani menggunakan alat pemadam api ringan. Beberapa warga dan pegawai bengkel juga melihat ventilasi gorong-gorong sempat keluar semburan api," jelas Kompol Karang. Respons cepat dari petugas dan warga membantu mencegah kebakaran yang lebih luas.

Investigasi Berlanjut dan Tindakan Pencegahan

Polisi masih menunggu hasil investigasi teknis dari tim ahli internal SPBU untuk memastikan titik kebocoran secara akurat. Sementara itu, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi dan SPBU terkait ditutup sementara untuk keperluan penyelidikan. Tindakan ini dilakukan demi keamanan dan keselamatan publik.

Untuk memperkuat bukti, polisi telah mengambil sampel air dari dalam gorong-gorong untuk pengujian laboratorium. "Kami sudah mengambil sampel air dari dalam gorong-gorong untuk pengujian laboratorium guna memperkuat bukti adanya kandungan bahan bakar itu," kata Kompol Karang. Hasil uji laboratorium ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan teknis mengenai insiden tersebut.

Insiden ini menyoroti pentingnya pemeliharaan infrastruktur SPBU dan sistem gorong-gorong di daerah padat penduduk. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan setiap kejanggalan yang terlihat di sekitar fasilitas publik untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga