Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menjenguk para korban kecelakaan kereta api di RSUD Kota Bekasi pada Rabu, 29 April 2026 pagi. Dalam kunjungan tersebut, Dudung memastikan bahwa seluruh korban mendapatkan pelayanan medis terbaik.
Pelayanan Medis dan Rehabilitasi
Dudung menyatakan bahwa penanganan medis di rumah sakit berlangsung cepat. "Bagaimana pelayanan kesehatannya, tadi saya lihat cepat tindakannya dari rumah sakit ini," ujarnya usai menjenguk korban. Ia juga menekankan pentingnya sistem rehabilitasi dan pengobatan pasca-kecelakaan.
Santunan untuk Korban
Dudung memastikan adanya santunan bagi para korban yang berasal dari BPJS Kesehatan, PT KAI, dan Jasa Raharja Putera. "Kami pun mengecek komunikasi antara kementerian dan lembaga terkait dalam menangani korban ini," jelasnya.
Infrastruktur dan Keamanan Perlintasan
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini menilai perlunya komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menindaklanjuti perbaikan infrastruktur pasca-kecelakaan. Terkait informasi adanya organisasi masyarakat yang menguasai lintasan kereta sebidang, Dudung mengatakan hal itu masih perlu diperiksa secara menyeluruh.
Korban Meninggal Bertambah
Jumlah korban meninggal akibat kecelakaan KRL commuter line yang terhantam KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026, bertambah menjadi 16 orang. Hal ini dikonfirmasi oleh Vice President Corporate Secretary PT KAI, Karina Amanda. Korban terakhir atas nama Mia Citra, 25 tahun, meninggal dunia di RSUD Bekasi pada Rabu, 29 April 2026.
Total Korban
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan total korban mencapai 106 orang, terdiri dari 90 pasien luka (44 sudah pulang, 46 observasi) dan 16 meninggal dunia. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga mengonfirmasi bahwa satu pasien ICU meninggal, menyisakan dua pasien ICU lainnya yang diharapkan sembuh.
Direktur RSUD Bekasi, Ellya Niken Prastiwi, menambahkan bahwa saat ini 22 pasien masih dirawat di RSUD Bekasi, dengan tiga di antaranya di ICU.



