Anggita Rizka Utami tidak pernah membayangkan bahwa perjalanan pulangnya pada malam itu akan berubah menjadi mimpi buruk. Saat itu, ia berdiri di dekat kursi prioritas di dalam KRL Commuter Line yang melaju perlahan meninggalkan Stasiun Bekasi. Namun, menjelang Stasiun Bekasi Timur, rangkaian kereta tiba-tiba berhenti. Anggita mulai gelisah karena beberapa menit berlalu tanpa ada tanda-tanda kereta akan melanjutkan perjalanan.
Detik-Detik Kecelakaan
Menurut Aditya Subagja, adik Anggita, informasi yang diterima menyebutkan bahwa kereta tertahan akibat keterlambatan. Anggita hendak memberi tahu suaminya, tetapi pesan belum sempat terkirim. Tiba-tiba, suara keras menghantam gerbong yang ditumpanginya. KRL tersebut ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek. "Kakak sudah mau kasih kabar ke suaminya, tapi belum sempat terkirim pesannya, keretanya sudah ditabrak," tutur Aditya saat mendampingi kakaknya di RSUD Bekasi pada Kamis, 30 April 2026.
Tubuh Terlempar dan Terhimpit
Situasi berubah kacau dalam sekejap. Tubuh Anggita terlempar dan ia bertumpuk dengan korban lainnya, sehingga ia terhimpit. Namun, secara ajaib, pintu gerbong terbuka secara otomatis. Dalam keadaan syok berat, Anggita berusaha melangkah pelan meninggalkan kereta. Ia kemudian mendapat pertolongan dan dievakuasi ke rumah sakit. "Pas kejadian, kakak terlempar ke tumpukan korban lain, dia terhimpit, (tapi) pintunya otomatis kebuka, lalu dia bisa keluar," cerita Aditya.
Kondisi Setelah Kecelakaan
Aditya bersyukur karena kakaknya masih bisa memberi kabar setelah kejadian. Setelah dievakuasi ke RSUD Bekasi, pada pukul 2 dini hari, tim dokter mengizinkan Anggita pulang karena tidak mengalami luka parah. "Di hari kejadian, dia di IGD terus dipulangkan di jam 2 pagi, karena kelihatannya nggak terlalu parah mungkin ya, jadi dipulangkan," jelas Aditya.
Kembali Dirawat di Rumah Sakit
Tiga hari setelah kecelakaan, Anggita harus kembali ke RSUD Bekasi dan dirawat inap karena merasakan sakit di tubuhnya. "Pas besoknya baru berasa, baru dibawa ke sini lagi buat check-up, tadinya mau check-up tapi jadinya malah rawat inap. Tangan sebelah kanan, kaki dan punggung jadi susah bangun sendiri. Sekarang dirujuk ke dokter spesialis," ujarnya. Meskipun demikian, kondisi Anggita sadar dan bisa berkomunikasi dengan baik. Namun, ia masih mengalami trauma sehingga menjalani perawatan trauma healing oleh tim rumah sakit. "Sekarang rasanya sudah lumayan membaik. Soalnya kemarin masih syok, dan sekarang udah ada bimbingan psikologi juga jadi udah bisa cerita kayak gitu," pungkas Aditya.



