KNKT Ungkap Penyebab Taksi Green SM Berhenti di Rel Sebelum Tertemper KRL
KNKT Ungkap Penyebab Taksi Green SM Berhenti di Rel

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya mengungkap penyebab taksi listrik Green SM berhenti di perlintasan sebidang Bekasi Timur hingga tertemper KRL. Berdasarkan analisis data kendaraan, pengemudi diduga melakukan kesalahan dalam memindahkan posisi transmisi saat melaju di jalur menurun.

Kronologi Kejadian

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan bahwa data dari unit onboard yang berhasil diunduh menunjukkan mobil awalnya berjalan normal dalam posisi transmisi drive (D) dengan kecepatan sekitar 15 km/jam. Namun, di tengah perjalanan, pengemudi justru memindahkan transmisi ke posisi netral (N). Dalam kondisi tersebut, kendaraan meluncur dengan kecepatan antara 3 hingga 7 km/jam.

Saat mendekati perlintasan kereta, pengemudi sempat menginjak pedal gas hingga 25 persen. Akan tetapi mobil tidak bergerak karena transmisi masih di posisi netral. Pengemudi kemudian terus menekan pedal gas hingga 51 persen, namun kendaraan tetap tidak bisa melaju dan akhirnya berhenti tepat di atas rel.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Temuan Lain KNKT

KNKT juga menemukan bahwa pengemudi sempat memindahkan transmisi kembali ke posisi D, tetapi tidak menginjak gas. Tak lama kemudian, transmisi justru dipindahkan lagi ke posisi parkir (P). Akibatnya, meskipun pengemudi menginjak gas, rem, atau tombol on-off, mobil tetap tidak bisa bergerak.

Selain mengungkap kronologi teknis, KNKT menyebut pengemudi taksi tersebut baru bekerja selama tiga hari setelah direkrut melalui job fair. Hasil pemeriksaan memastikan tidak ada gangguan sistem pada kendaraan listrik tersebut. Data onboard unit tidak menunjukkan adanya error pada sistem kendaraan satu jam sebelum kejadian.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga