Kisah Duka Nuryanti Korban Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur
Kisah Duka Nuryanti Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

Yasir tak kuasa menahan tangis saat jenazah sang istri, Nuryanti (63), tiba di rumah duka di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/4/2026) dini hari. Nuryanti merupakan salah satu dari 14 korban meninggal akibat kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur. Keluarga tidak mampu membendung kesedihan ketika peti jenazah dibawa masuk ke rumah di Jalan Utan Panjang, Kemayoran. Saat insiden tragis itu terjadi, Nuryanti sedang dalam perjalanan menuju rumah anaknya di Bekasi.

Kesaksian Suami: Nuryanti Terpental Akibat Kepanikan Penumpang

Yasir menceritakan bahwa saat terjadi tabrakan, istrinya turun dari kereta dan jatuh di area perlintasan. “Saat terjadi tabrakan, Ibu turun dan jatuh. Jatuh di luar kereta setelah turun. Jatuh di area perlintasan kereta,” ujarnya kepada wartawan. Ia menjelaskan bahwa Nuryanti terjatuh karena kondisi penumpang yang panik akibat benturan hebat antara KRL dan KA Argo Bromo. Para penumpang yang ketakutan langsung berdesakan dan berusaha menyelamatkan diri keluar dari gerbong KRL.

“Ibu terpental. Karena penumpang banyak dorong-dorongan. Jadi terdorong penumpang lain,” jelas Yasir. Nuryanti terdorong keluar gerbong dan mengalami pendarahan di area wajah. “Ada pendarahan dari hasil autopsi.” Yasir menambahkan bahwa saat peristiwa terjadi, istrinya ditemani oleh dua anak kembar dan satu keponakan. Mereka semua selamat dari insiden tersebut. “Kondisi anak-anak tidak apa-apa,” ucapnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Perjalanan Terakhir Nuryanti Menuju Bekasi

Yasir menuturkan bahwa pada hari kejadian, Nuryanti tengah dalam perjalanan menuju Bekasi untuk menengok anak-anaknya. Rencananya, akan ada hajatan yang sedang dipersiapkan. “Posisi ibu dari Jakarta ke Bekasi nengok anak-anak di daerah Sukatani. Selama ini tidak pernah nengokin, namanya ada niat mau ada hajatan silaturahmi ke sana untuk persiapan,” jelasnya.

Update Korban: 14 Orang Meninggal Dunia

Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan update terkini pasca-insiden kecelakaan kereta KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. “Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan,” ujar Bobby melalui keterangan tertulis yang diterima pada Selasa (28/4/2026).

Proses Identifikasi dan Penanganan Korban

Polisi menyebutkan bahwa hingga saat ini masih terdapat 10 jenazah korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang belum teridentifikasi. Tim identifikasi terus bekerja keras untuk mengenali para korban. Sementara itu, para korban luka telah mendapatkan perawatan intensif di sejumlah rumah sakit. KAI juga telah membuka posko informasi untuk membantu keluarga korban mendapatkan informasi terkini.

Kecelakaan ini menjadi perhatian publik dan menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, khususnya Yasir dan anak-anaknya yang kehilangan Nuryanti secara tragis.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga