Paniknya Rara Selamatkan Diri saat KRL Ditabrak di Bekasi
Kesaksian Rara saat KRL Ditabrak di Bekasi

Korban selamat kecelakaan kereta di Bekasi Timur, Rara Dania, menceritakan detik-detik mencekam saat peristiwa maut itu terjadi. Ia mengungkapkan bahwa saat itu terdengar bunyi ledakan lampu dan suasana menjadi gelap.

Rara mengaku masih tidak menyangka KRL yang ditumpanginya ditabrak KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta. Ia jatuh hingga badannya terseret dan mengalami luka di pipi.

"Masih nggak nyangka gua ada di dalem KRL yang kecelakaan, mau nangis tapi takut chaos, tu KRL bener-bener ditabrak kenceng banget, gua nggak tahu gua di gerbong berapa, tiba-tiba gua jatoh ke kiri, kegeret ampe pipi gua beset, 3 jari gua kebanting aspal KRL sampai badan gua sendiri nggak bisa nahan dan ikut kegeret, HP gua kelempar untungnya gua bisa ambil tu HP karena layarnya tiba-tiba nyala, gua cuma inget sebelum kebanting ada mas-mas teriak 'Woi keluar' semua orang belum sadar sampai bunyi ledakan lampu dan gelap," kata Rara melalui unggahan di media sosialnya, seperti dilihat Kamis (30/4/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Terbaring di Dalam Gerbong

Rara menuturkan, dirinya terbaring di dalam gerbong. Ia berterima kasih karena dalam kondisi terbaring dan gelap, ia tidak terinjak-injak. "Gua coba bangun meski susah, gua cuma makasih nggak ada yang injek gua yang udah bener-bener tiduran di lantai @kai121_. Kondisi udah gelap banget, di kepala gua isinya cuma nggak tahu ni kereta bakalan ke geret sampe mana," ujarnya.

Pintu KRL sempat tertutup, dan Rara sempat panik karena ponselnya terpental. Saat pintu sudah terbuka, ia keluar dan melihat asap mengepul, lalu menyelamatkan diri keluar dari peron. Ia juga melihat banyak orang terluka.

"Sampai akhirnya gua coba ambil HP yang ikut kebanting untung masi kejangkau, dan coba bangun, gua coba nggak panik, tapi tetap gua nggak bisa nemu sepatu gua karena gelap banget, gua coba keluar, mukjizat! Pintu gerbong gua pas depan tangga, gua lari ke tangga, dan gua liat ada asap atau debu udah lekat banget sampai bikin nafas sesak, gua lari tap (kartu) terus gua duduk di tukang jualan persis di tangga, dan ibu-ibu baik banget langsung ngasih gua air, pas gua duduk gua liat dari jauh orang-orang udah pada luka-luka hebat," ucapnya.

Tak Menyangka Kecelakaan Besar

Rara awalnya tidak menyangka ada kecelakaan besar. Ia mengatakan hanya merasa kereta seperti ada yang mendorong dan ada yang berteriak menyuruh penumpang lain untuk turun dari gerbong. "Karena mungkin gua terlalu shock sampe gua gatahu tahu ambulance, pemadam, mobil polisi udah rame banget, gua nggak tahu ternyata ini kecelakaan besar, tapi gua bisa pastiin ini KRL di tabrak karena rasanya persis kayak didorong kegeret plis @kai121_ gua berharap banget ada alarm di dalamnnya nya, supaya kita tahu ada kecelakaan sebesar ini, gua bener-bener di kasih tahu sama mas-mas yang bilang 'Woi keluar' sama ledakan lampu," imbuhnya.

Kronologi Kecelakaan di Bekasi Timur

Untuk diketahui, kronologi peristiwa di Bekasi Timur bermula ketika taksi Green SM terhenti di tengah rel kereta api yang tidak jauh dari Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Taksi itu kemudian tertemper KRL yang melaju dari Cikarang ke arah Jakarta.

KRL yang terlibat kecelakaan dengan taksi itu kemudian terhenti di tengah rel. Warga kemudian berkumpul untuk membantu evakuasi taksi tersebut.

Di sisi lain, ada KRL arah Cikarang yang terhenti lebih lama di Stasiun Bekasi Timur akibat insiden antara KRL arah Jakarta dan taksi Green SM. KRL yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur inilah yang kemudian ditabrak KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta.

Pada Selasa (28/4), KAI menyebut ada 15 orang yang menjadi korban meninggal. Kini, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga