Yuli, istri dari Sutaji (46), pasien yang meninggal dunia dalam kebakaran di RSUD Dr Soetomo Surabaya, menceritakan kesaksiannya. Peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat (15/5) pagi, saat kebakaran melanda lantai 5 Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT). Sutaji, warga Desa Kapuan, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, merupakan satu-satunya pasien yang dinyatakan meninggal meskipun berhasil dievakuasi.
Proses Evakuasi yang Mencekam
Menurut Yuli, saat kebakaran terjadi, ia panik dan menyelamatkan diri lebih dulu ke luar gedung. Suaminya yang dirawat di ruang ICCU lantai 6 tidak bisa didampingi keluarga secara terus-menerus. Yuli mengaku kebingungan mencari Sutaji karena mereka terpisah.
"Saya mencari sana-sini ternyata masih tinggal di atas dua orang. Yang pertama itu sudah turun, bapaknya [Sutaji] yang terakhir," kata Yuli dengan terbata-bata. Ia menyelamatkan diri ke lantai dasar menggunakan tangga darurat karena lift tidak berfungsi akibat listrik dipadamkan.
Tak lama kemudian, Yuli bertemu dengan Sutaji. Namun, kondisi suaminya semakin lemah. Sesaat setelah dipindahkan ke Ruang Resusitasi (RES) IGD, pria asal Blora itu dinyatakan meninggal dunia. "Pas posisi turun, bapak jantungnya sudah lemah, langsung enggak ada [meninggal]," ujar Yuli sambil menangis.
Pernyataan Rumah Sakit
Direktur Utama RSUD Dr Soetomo, Prof Dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa, menegaskan bahwa kematian Sutaji murni disebabkan oleh faktor penyakit, bukan akibat kebakaran atau paparan asap. Pasien tersebut memang dalam kondisi kritis sebelum kebakaran dan sedang mendapat bantuan alat medis karena kegagalan fungsi organ utama.
"Meninggal karena penyakit. Kondisi sudah tersupport oleh tiga organ, yaitu paru-paru, jantung, dan ginjal. Dan cuci darah sedang on the way, dan kami tetap melakukan evakuasi, dan tentu bukan karena asap karena semuanya tersupport oleh mesin," jelas Cita.
Kronologi Kebakaran
Kebakaran terjadi di lantai 5 Gedung PPJT RSUD Dr Soetomo. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik kabel lemari es di ruang farmasi. Sebanyak 44 pasien berhasil dievakuasi, namun Sutaji menjadi satu-satunya korban jiwa. Sebelumnya, ada pasien kritis lain yang berhasil diselamatkan.
Yuli mengaku pasrah dan berharap suaminya selamat saat proses evakuasi. Namun, takdir berkata lain. Kini ia harus menerima kenyataan pahit kehilangan orang tercinta.



