Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang Tewaskan 2 Orang, Lalu Lintas Macet 3 Kilometer
Sebuah insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan sepuluh kendaraan terjadi di Ruas Tol Cipularang pada Kamis malam, 5 Maret 2026. Kejadian tragis ini berlangsung di kilometer 93 arah Jakarta dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia serta empat orang lainnya mengalami luka berat.
Petugas call center Jasa Marga, Nugroho, mengonfirmasi bahwa proses evakuasi korban dan kendaraan yang terlibat masih terus berlangsung hingga larut malam. Akibat dari insiden tersebut, lalu lintas di lokasi mengalami kepadatan yang signifikan sepanjang tiga kilometer, tepatnya dari KM 96 hingga KM 93.
Proses Evakuasi Menyebabkan Kemacetan Parah
"Kondisi di lokasi untuk informasi yang kami terima masih ada sedikit kepadatan dari KM 96-93," jelas Nugroho saat dihubungi pada pukul 22.42 WIB. Meskipun tidak ada penutupan arus lalu lintas secara total, kemacetan terjadi sebagai dampak dari proses evakuasi kendaraan yang masih berjalan.
Nugroho menambahkan, "Kondisi normal hanya ada kepadatan karena evakuasi." Beberapa kendaraan telah berhasil dievakuasi, namun penanganan kecelakaan secara keseluruhan masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
Kronologi Penutupan dan Pembukaan Lajur
Kecelakaan beruntun ini pertama kali terjadi pada pukul 20.18 WIB. Saat kejadian berlangsung, seluruh lajur sempat ditutup untuk memfasilitasi proses evakuasi awal. Marketing and Communication Department Head Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Panji Satriya, memberikan keterangan resmi mengenai insiden tersebut.
"Kecelakaan melibatkan 10 kendaraan dan menyebabkan seluruh lajur tidak dapat dilintasi. Saat ini masih dalam penanganan petugas di lapangan," ujar Panji Satriya. Proses pemulihan lalu lintas kemudian berlangsung bertahap, dengan satu lajur dapat dilintasi kembali pada pukul 20.59 WIB dan dua lajur telah dibuka pada pukul 21.43 WIB.
Korban Dievakuasi ke Rumah Sakit Radjak Purwakarta
Berdasarkan keterangan sementara dari petugas di lapangan, dua korban meninggal dunia dan empat korban mengalami luka berat telah berhasil dievakuasi. Seluruh korban tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Radjak Purwakarta untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Jasa Marga secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pengguna jalan selama proses evakuasi berlangsung. Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan berkendara di jalan tol, terutama pada malam hari.



