Kebakaran Tiga Kontrakan di Bogor Tewaskan Bayi 1,4 Tahun
Sebuah insiden kebakaran tragis terjadi di Kelurahan Tegalega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Kamis (5/3/2026) malam. Tiga unit rumah kontrakan dilalap api, mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.
Korban Meninggal dan Luka-luka
Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo mengonfirmasi bahwa korban berjumlah tiga orang, semuanya berasal dari satu keluarga. Bayi berusia 1,4 tahun bernama Zaki meninggal dunia dalam peristiwa ini. Sementara itu, dua orang dewasa, yaitu Ratna Julianti dan Saud Marpaung, mengalami luka bakar dan telah dibawa ke Rumah Sakit PMI untuk mendapatkan perawatan medis.
"Korban ada tiga orang, satu itu umur 1,4 tahun atas nama Zaki, kemudian dua orang lagi usia dewasa luka-luka, sudah dibawa ke rumah sakit PMI," kata Waluyo. Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan untuk mendapatkan data lengkap mengenai kejadian ini.
Kronologi dan Penyebab Kebakaran
Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Bogor, M Ade Nugraha, menjelaskan bahwa kebakaran dilaporkan oleh warga sekitar pukul 19.25 WIB, tepat sebelum waktu salat tarawih. Api diduga berawal dari salah satu rumah kontrakan, kemudian dengan cepat merembet ke dua unit kontrakan di sebelahnya.
"Objek terbakar rumah tinggal atau kontrakan, unit yang terbakar tiga unit rumah. Sumber api atau penyebab diduga tabung gas bocor," ungkap Ade. Dugaan sementara ini menjadi fokus penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan akar permasalahan.
Upaya Pemadaman dan Penanganan
Dalam menanggapi insiden tersebut, petugas pemadam kebakaran menerjunkan tiga unit pemadam dan satu unit rescue ke lokasi kejadian. Berkat respons cepat, api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 20 menit.
"Lama pemadaman sekitar 20 menit. Pemadaman dilakukan oleh anggota pemadam kebakaran dan korban dibawa oleh anggota pemadam kebakaran ke Rs PMI," jelas Ade. Upaya penyelamatan dan evakuasi dilakukan secara terkoordinasi untuk meminimalisir dampak yang lebih besar.
Kejadian ini menyoroti pentingnya keselamatan dalam penggunaan tabung gas di permukiman padat, terutama di area kontrakan. Pihak berwenang mengimbau warga untuk selalu memeriksa kondisi peralatan rumah tangga guna mencegah tragedi serupa di masa depan.



