Kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo dan KRL lintas Cikarang di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam masih menyisakan duka mendalam. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, saat dihubungi Rabu (29/4) menyatakan total korban mencapai 106 orang, dengan rincian 16 meninggal, 90 luka-luka (44 pasien sudah kembali, 46 pasien observasi).
Tabrakan kereta di Bekasi ini menambah panjang catatan sejarah tragedi kecelakaan di Indonesia. Berikut adalah beberapa kecelakaan kereta api besar yang pernah terjadi di tanah air selain tragedi Bekasi Timur.
Tragedi Bintaro II (2013)
Pada 9 Desember 2013 sekitar pukul 11.15 WIB, KRL tujuan Tanah Abang menabrak truk tangki Pertamina yang membawa 24.000 liter BBM premium di perlintasan Pondok Betung, Jakarta Selatan. Tiga kali ledakan hebat terdengar akibat kecelakaan itu, membakar bagian depan KRL, truk tangki, dan area sekitarnya. Akibatnya, 7 orang meninggal dunia.
Kecelakaan Kereta di Pemalang (2010)
Pada 2 Oktober 2010 pukul 02.35 WIB, KA Argo Bromo Anggrek ekspres premium rute Jakarta-Surabaya yang mengangkut 400 penumpang bertabrakan dengan KA Senja Utama Semarang yang sedang berhenti menunggu sinyal masuk Stasiun Petarukan. KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dengan kecepatan tinggi menabrak bagian belakang KA Senja Utama Semarang. Diduga masinis mengantuk atau tidak merespons sinyal. Akibatnya, 34 orang meninggal dunia dan 60 lainnya mengalami luka berat.
Kecelakaan Kereta di Brebes (2001)
Tepat malam Natal, 25 Desember 2001, kecelakaan kereta memilukan terjadi di Stasiun Ketanggungan Barat, Brebes, Jawa Tengah. KA Empu Jaya melaju tanpa mengurangi kecepatan dan melewati sinyal merah, lalu menabrak KA Gaya Baru Malam Selatan yang sedang berhenti di stasiun. Sebanyak 31 orang meninggal dunia dan 50 lainnya luka-luka.
Kecelakaan KRL di Depok (1993)
Pada 2 November 1993, dua KRL bertabrakan di Ratujaya, Cipayung, Depok, Jawa Barat. KRL rute Depok bertabrakan di jalur yang sama dengan KRL rute Citayam akibat miskomunikasi antara PPKA Stasiun Depok dan Stasiun Citayam. Kedua KRL melaju dalam kondisi sangat padat penumpang. Sebanyak 20 orang meninggal dunia dan lebih dari 100 orang luka-luka.
Tragedi Bintaro I (1987)
Tanggal 19 Oktober 1987 menjadi hari yang memilukan dalam sejarah perkeretaapian Indonesia. Di daerah Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, KA 220 (Patas Merak) jurusan Tanah Abang-Merak yang mengangkut 500 penumpang bertabrakan dengan KA 225 (Lokal Rangkas) jurusan Rangkasbitung-Jakarta Kota dengan penumpang 700 orang. Akibat miskomunikasi antara PPKA Stasiun Sudimara dan Stasiun Kebayoran, KA 225 diberangkatkan tanpa konfirmasi jalur aman. Kedua kereta bertabrakan frontal di tikungan maut Bintaro pukul 06.45 WIB. Akibatnya, 156 orang meninggal dunia dan lebih dari 300 orang luka-luka.
Kecelakaan Kereta Api Padang Panjang (1944)
Peristiwa kecelakaan paling besar terjadi di Padang Panjang, Sumatera Barat, pada 22 Desember 1944. Diduga dipicu rem kereta yang blong, sehingga roda mengalami selip dan lokomotif keluar dari jalur rel. Dampaknya, sekitar 200 orang meninggal dunia dan 250 lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan-kecelakaan ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan perkeretaapian di Indonesia. Setiap tragedi menyisakan duka dan pelajaran berharga untuk perbaikan sistem transportasi kereta api ke depannya.



