Gempa bumi susulan berkekuatan magnitudo 6,0 kembali mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Senin (8/6) pagi. Getaran gempa dirasakan hingga ke Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, memicu kepanikan di kalangan warga.
Pusat Gempa dan Peringatan Tsunami
Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo, Dr. Andri Wijaya, di Gorontalo mengonfirmasi bahwa pusat gempa berada di Tahuna, Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. Hingga saat ini, peringatan tsunami masih berlaku dengan status Peringatan Dini (PD) 3. Pihak berwenang terus memutakhirkan data untuk memantau perkembangan situasi.
Dampak Getaran di Gorontalo Utara
Warga Gorontalo Utara, Hamid Rauf, mengaku bahwa kepanikan sempat melanda, terutama di Dusun Pelabuhan, Desa Katialada, Kecamatan Kwandang. "Kami takut dengan adanya peringatan tsunami. Saya sempat menghentikan sementara aktivitas untuk berdoa, apalagi sempat merasa pusing dan khawatir," ujar Hamid, seorang penjual ikan keliling.
Warga lainnya, Iskandar, menyatakan bahwa ia dan warga lainnya terus memantau kondisi air laut di Pelabuhan Kwandang. Sebagian warga di pesisir telah mulai melakukan evakuasi mandiri. "Informasi yang beredar terkait siaga status tsunami membuat warga tidak menunggu lagi informasi lanjutan dari pemerintah, namun telah berangsur-angsur melakukan evakuasi mandiri tanpa kepanikan," katanya.
Respons Sekolah dan Evakuasi
Ervina, seorang guru di SMA Negeri 1 Gorontalo Utara, mengatakan bahwa pihak sekolah telah memulangkan seluruh siswa sebagai langkah antisipasi. "Bel panjang telah dibunyikan tanda anak-anak dapat pulang ke rumah, mengingat banyak orang tua menghubungi kami selaku wali kelas untuk menyampaikan informasi terkini di sekolah. Alhamdulillah lingkungan sekolah kondusif, namun anak-anak sudah dipulangkan," jelas Ervina.
Warga diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan dari otoritas setempat. Informasi lebih lanjut akan disampaikan seiring perkembangan situasi.



