Gempa bumi paling kuat dalam 50 tahun terakhir mengguncang Pulau Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) pagi. Bencana ini meninggalkan duka mendalam dan kerusakan masif di wilayah tersebut. Hingga Selasa (9/6/2026), jumlah korban tewas akibat gempa bumi Filipina terus meningkat, sementara ratusan warga lainnya luka-luka dan ribuan orang terpaksa mengungsi.
Jumlah Korban Terus Bertambah
Berdasarkan data terbaru pada Selasa siang waktu setempat, jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,8 ini telah mencapai 38 orang. Tim penyelamat kini berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi korban yang diduga masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan. Puluhan ribu warga dilaporkan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Upaya Penyelamatan dan Dampak
Gempa bumi ini tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah. Banyak bangunan runtuh, jalan rusak, dan listrik padam di sejumlah daerah. Pemerintah Filipina bersama tim penyelamat terus berupaya melakukan evakuasi dan memberikan bantuan kepada para korban. Ribuan orang yang kehilangan tempat tinggal kini tinggal di tenda-tenda pengungsian darurat.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Pihak berwenang terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini kepada publik. Bantuan dari berbagai organisasi kemanusiaan mulai berdatangan untuk membantu meringankan beban para korban.



