Dramatis! Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Berjalan 10 Jam
Evakuasi Dramatis Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

Proses evakuasi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, berlangsung dramatis. Tim penyelamat harus bekerja ekstra hati-hati di tengah kondisi gerbong yang rusak dan sempit. Proses evakuasi tersebut memakan waktu sekitar 10 jam sejak insiden terjadi pada pukul 20.50 WIB, Selasa (28/4/2026).

Penyebab Evakuasi Berlangsung Lama

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya Muhammad Syafii menjelaskan alasan proses evakuasi korban kecelakaan kereta di Bekasi dilakukan secara hati-hati dan bertahap. Menurut dia, langkah tersebut diambil karena sejumlah korban masih berada dalam kondisi terjepit di dalam rangkaian kereta, sehingga membutuhkan penanganan khusus.

“Alhamdulillah dari seluruh korban tentunya dengan penanganan khusus ada beberapa korban yang memang harus kita lakukan tindakan secara terukur karena memang membutuhkan penanganan khusus, sehingga mungkin ada sempat dipertanyakan kenapa kereta atau lokomotif tidak langsung ditarik bersamaan dengan gerbong. Saya sampaikan bahwa pada saat itu memang ada 5 korban yang masih dalam kondisi terjepit dan harus kita laksanakan kegiatan retrikasi atau ekstrikasi sehingga korban itu bisa kita selamatkan dalam kondisi tidak sampai menimbulkan dampak yang lebih berat lagi,” kata Syafii di lokasi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Prioritas Ekstrikasi Korban

Ia menambahkan, proses ekstrikasi terhadap korban menjadi prioritas utama dalam operasi penyelamatan guna meminimalisir risiko cedera yang lebih parah. Lebih lanjut, Syafii menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi, termasuk tim SAR gabungan dan media yang turut memantau jalannya operasi.

“Jadi itu sekali lagi terima kasih atas rekan-rekan media yang telah mengikuti secara langsung proses evakuasi ini, dan Alhamdulillah atas kerja sama dari seluruh unsur bahwa operasi SAR bisa kita laksanakan sesuai dengan yang kita harapkan,” ujarnya.

Operasi SAR Dinyatakan Selesai

Ia memastikan, operasi SAR terhadap kecelakaan tersebut telah dinyatakan selesai pada pagi hari setelah seluruh korban berhasil dievakuasi. “Dan tadi pagi dengan pukul 08:00 sudah selesai, seluruh tim SAR kita nyatakan kita kembalikan ke homebase masing-masing. Mungkin demikian yang bisa saya tambahkan, terima kasih,” pungkasnya.

Pernyataan Dirut PT KAI

Proses evakuasi pascainsiden kecelakaan KRL versus KA Argo Bromo di Bekasi Timur selesai dilakukan. Proses evakuasi memakan waktu lebih kurang 10 jam sejak kecelakaan terjadi pukul 20.50 WIB. “Evakuasi dari Kereta Argo Anggrek sudah kami bisa lakukan 100 persen. Sekarang kalau dilihat juga lokomotifnya sudah lepas dari rangkaian terakhir KRL yang terdampak,” kata Dirut PT KAI, Bobby Rasyidin, dalam jumpa pers di Stasiun Bekasi Timur.

Bobby juga memastikan jalur tempat kecelakaan terjadi sebenarnya sudah steril sejak malam sebelumnya. Tetapi, KRL belum bisa beroperasi. “Jalur hilirnya juga dari tadi malam juga sudah kita buka dan bisa beroperasi normal. Sementara untuk Commuter Line atau KRL akan ditutup dulu. Akan ditutup dulu dan stasiun terakhir layanan terakhir adalah Stasiun Bekasi,” katanya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga