Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebanyak 1.160 jiwa warga Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut. Data ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resminya pada Rabu, 10 Juni 2026.
Kondisi Terkini Pengungsi
Menurut Muhari, sebagian dari warga yang sebelumnya mengungsi di rumah keluarga terdekat telah mulai kembali ke tempat tinggal masing-masing. Namun, masih ada warga yang bertahan di lokasi pengungsian karena khawatir akan gempa susulan. "Sebanyak 1.160 jiwa yang sebelumnya dilaporkan mengungsi di rumah keluarga terdekat, sebagian telah kembali ke rumah masing-masing," ujar Muhari.
Gempa Susulan Masih Terjadi
Hingga Selasa, 9 Juni 2026 pukul 09.00 WIB, gempa susulan dengan kekuatan kecil masih terus tercatat di wilayah terdampak. BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. "Gempa-gempa susulan berkekuatan kecil masih terjadi di wilayah terdampak," jelas Muhari.
Pasokan Listrik Berangsur Normal
Pasokan listrik di Kabupaten Kepulauan Sangihe berangsur pulih setelah gempa, kecuali di pulau-pulau terluar yang letaknya dekat dengan episentrum gempa. Wilayah-wilayah tersebut masih mengalami pemadaman listrik karena kerusakan pada infrastruktur kelistrikan.
Kerusakan Bangunan
Berdasarkan data BNPB, kerusakan bangunan di Kabupaten Kepulauan Sangihe meliputi 54 unit rumah rusak berat, 21 unit rumah rusak sedang, dan 8 unit rumah rusak ringan. Selain itu, dua unit gereja, satu unit sekolah, dan satu unit rumah dinas guru juga mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.
Sementara itu, di Kabupaten Talaud tercatat 12 unit rumah, satu unit rumah sakit, dan satu gudang pelabuhan mengalami kerusakan. Sebanyak 12 kepala keluarga (KK) di wilayah ini terdampak gempa. Di Kabupaten Minahasa Utara, satu gedung gereja GMIM 76 dan satu unit fasilitas pendidikan juga dilaporkan rusak.
BNPB terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta mengikuti arahan dari pihak berwenang. Tim tanggap darurat masih bekerja di lapangan untuk membantu proses evakuasi dan pemulihan.



